Awal tahun hampir tidak ada kejadian, lalu naik menjadi 91 kejadian di Mei. Juni bertambah menjadi 120 kejadian, dan pertengahan Juli sudah 99 kejadian.
BPBD menyebut peningkatan ini dipicu cuaca kering karena intensitas hujan berkurang.
Meski begitu, BMKG memprakirakan masih ada peluang hujan ringan siang hingga sore di Muara Enim, OKU Selatan, dan OKI.
Suhu di dataran rendah berkisar 24-33 derajat Celsius dengan kelembaban 54-95 persen. Lahan Gambut Rawan dan 4 Titik Kebakaran Baru
Pemantauan tinggi muka air tanah di lahan gambut menunjukkan wilayah rawan. Banyuasin tercatat minus 40,7 cm dan OKI minus 48,1 cm.
Sementara Muba minus 40 cm masih kategori normal.Hasil patroli udara dan darat 11 Juli 2026 menemukan 4 titik kebakaran.
Dua titik di Musi Banyuasin, satu di OKI, dan satu di Banyuasin. Semua lokasi langsung dipadamkan dengan helikopter water bombing dan tim gabungan BPBD, Damkar, Manggala Agni, TNI, Polri, dan warga.
Ogan Ilir, OKI, Muba, dan Muara Enim Jadi Zona RawanDi Ogan Ilir, BPBD mencatat 35 kejadian karhutla sepanjang 2026 dengan luas terbakar 94,5 hektare.
Wilayah rawan meliputi Pulau Semambu, Timbangan, Indralaya, dan Sungai Rambutan.
Di OKI, sejak 1-10 Juli terjadi 7 kejadian di Pedamaran Timur, Sungai Menang, dan Tulung Selapan.
Pemadaman terakhir dilakukan di Desa Ulak Kapal dengan lahan terbakar 2,5 hektare.Di Muba, hotspot Januari-Juli mencapai 305 titik.
Juli sendiri sudah 96 titik. BPBD Muba menyebut masih ada warga yang membuka lahan dengan cara membakar.
Di Muara Enim, tercatat 33 kejadian dengan luas terdampak lebih dari 55 hektare. Kecamatan Gelumbang menjadi wilayah terbanyak.
BPBD Prabumulih menetapkan 3 kecamatan rawan, Prabumulih Barat, Rambang Kapak Tengah, dan Cambai.
Empat posko siaga 24 jam telah diaktifkan. Masyarakat diimbau segera melapor jika melihat asap atau titik api agar penanganan bisa cepat dilakukan.







