Potensi Karhutla Sumsel 2026 Meningkat, 21 Titik Panas Terdeteksi, 2 Ada di Musi Rawas

oleh
BMKG: Sumsel berstatus Sangat Mudah terbakar. BPBD catat 493 hotspot Juli, 21 hotspot hari ini, dan 321 kejadian karhutla sejak Januari 2026.

LIPOSONLINE.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan (Sumsel) mencatat, per Minggu, 12 Juli 2026 terdapat 21 titik hotspot (panas) tersebar di 8 wilayah, 2 titik diantaranya berada di Musi Rawas.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG mencatat sebagian besar wilayah Sumsel saat ini berada pada kategori Sangat Mudah terbakar berdasarkan indikator Fire Danger Rating System atau FDRS.

Kondisi itu menunjukkan vegetasi di sejumlah daerah mulai mengering. Api lebih mudah muncul dan cepat meluas jika terjadi pembakaran.

21 Titik Panas Terdeteksi di 8 Kabupaten Kota

Dikutip dari sumateraekspres.bacakoran.id, data terbaru BPBD Sumsel per Minggu, 12 Juli 2026 mencatat 21 titik panas atau hotspot. Titik tersebut tersebar di 8 wilayah.

Kepala BPBD Sumsel Dr M Iqbal Alisyahbana SSTP melalui Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman menyebut, Hotspot terbanyak terpantau di Kabupaten Muba, Muara Enim, OKI, dan Kabupaten OKU.

Berikut Sebaran Hotspot di 8 Wilayah:
– Muara Enim 5 titik
– Musi Banyuasin 2 titik
– Musi Rawas 2 titik
– Ogan Ilir2 titik
– OKU Timur 2 titik
– Kota Palembang 1 titik
– Lahat 1 titik
– Musi Rawas Utara 1 titik

Sementara itu, dalam 10 hari pertama Juli 2026, BPBD Sumsel mendeteksi 493 hotspot.

Empat daerah dengan jumlah tertinggi adalah Musi Banyuasin 89 titik, Muara Enim 71 titik, Ogan Komering Ilir 67 titik, dan Ogan Komering Ulu 65 titik.

Wilayah lain yang terpantau tinggi yaitu Lahat 38 titik, Ogan Ilir 37 titik, PALI 27 titik, OKU Timur 22 titik, dan Banyuasin 20 titik.

2.342 Hotspot Sepanjang 2026, Tertinggi Sejak 2015

Sepanjang 2026, jumlah hotspot di Sumsel mencapai 2.342 titik. Puncaknya terjadi pada Juni dengan 755 titik dan Mei 708 titik.

Angka itu menjadi yang tertinggi sejak 2015. Akumulasi kejadian karhutla sejak 1 Januari hingga 11 Juli 2026 tercatat 321 kejadian dimana terdapat lebih kurang 305,39 hektare lahan terbakar. Lonjakan signifikan terjadi sejak Mei.

No More Posts Available.

No more pages to load.