Pengawas Gizi SPPG Desa Bandar Jaya, Agus Riswanto turut menyampaikan permintaan maaf atas kejadian ini. Ia menegaskan pihaknya selama ini sudah menjalankan prosedur penyediaan makanan sesuai standar.
Agus juga merinci alur pengolahan ayam yang jadi sorotan. Ayam dibeli dari UMKM lokal pada Kamis, 23 Juli 2026 pukul 17.30 WIB. Proses potong dan cuci dilakukan pukul 18.00 WIB, lalu disimpan di cold storage pukul 19.00 WIB.
Baca Juga :Pemuda Asal Lubuk Linggau Gelapkan Motor Mio Milik Teman
Memasak dimulai pukul 00.00 WIB. Setelah matang, ayam didinginkan dan dimasukkan ke ompreng pukul 02.30 WIB. Seluruh menu dikemas pukul 03.25 WIB dan didistribusikan ke sekolah pukul 07.30 WIB.
Menunggu Hasil Lab Sebagai Bahan Evaluasi
Hingga kini belum bisa dipastikan menu mana yang menjadi penyebab dugaan keracunan. Pemerintah daerah bersama dinas kesehatan masih menunggu hasil uji laboratorium.
Baca Juga :Pengedar Sabu 5,5 Gram di Tanjung Jati OKU Selatan Ditangkap di Rumah
Hasil tersebut nantinya akan digunakan sebagai bahan evaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di wilayah Air Sugihan agar kejadian serupa tidak terulang.
Pihak Puskesmas mengimbau orang tua dan pihak sekolah untuk tetap tenang dan terus berkoordinasi.
Pemantauan terhadap siswa akan terus dilakukan hingga semua benar-benar dinyatakan sehat.



