LIPOSONLINE.COM – Untuk memperkuat pengelolaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan penyegaran struktur organisasi di level pejabat tinggi madya atau eselon I, salah satu nama yang masuk adalah Ketut Sumedana, eks Kejati Sumsel.
Ia dipercaya mengisi posisi Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN ditunjuk langsung Presiden Prabowo.
Wakil Kepala BGN merangkap Juru Bicara, Agustina Arumsari, menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Selasa 21 Juli 2026.
“Pak Ketut punya rekam jejak lebih dari 28 tahun di Kejaksaan dan bergelar doktor ilmu hukum,” kata Agustina.
Baca Juga : Kejagung Resmi Hentikan Pengumpulan Data Kasus Korupsi MBG di BGN Periode 2025-2026
Agustina menjelaskan, tugas utama Ketut adalah turun langsung ke lapangan jika terjadi permasalahan dalam pelaksanaan MBG.
Mulai dari dugaan keracunan makanan hingga potensi penyimpangan lainnya. “Beliau akan langsung melakukan pengawasan di lapangan. Apalagi jaringannya sudah tersebar di seluruh Indonesia,” kata Agustina.
Menurutnya, latar belakang Ketut di bidang penegakan hukum sangat krusial. Fungsinya untuk mendeteksi celah penyimpangan, memastikan kepatuhan terhadap aturan, serta melakukan monitoring, evaluasi, dan penyusunan SOP pelaksanaan program.
5 Pejabat Baru Ditunjuk Langsung Presiden Prabowo
Agustina menyebut, lima pejabat eselon I BGN ini merupakan hasil penunjukan langsung Presiden Prabowo Subianto melalui Keputusan Presiden pada Senin, 20 Juli 2026. Kelimanya berasal dari berbagai instansi.
Selain Ketut, Presiden juga menunjuk Prima Yosephine Berliana Tumiur Hutapea sebagai Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola, menggantikan Tigor Pangaribuan.
Baca Juga : What Is a Banking API? Its Functions, How It Works, and Why It Matters in the Digital Banking Era of 2026
Prima sebelumnya menjabat Direktur Penyakit Menular di Kementerian Kesehatan. Tugas Prima difokuskan pada pembenahan data penerima manfaat agar lebih akurat.






