Viral Video Anak Dipukul Oknum Polisi di Kertapati Palembang, Polsek Bantah Ada Pemukulan

oleh
Oknum Polisi
Rekaman CCTV viral tunjukkan anak main layangan ditegur oknum polisi di Kertapati. Ibu korban lapor ke Propam, Polsek sebut hanya menepuk kepala.

LIPOSONLINE.COM – Sebuah rekaman CCTV memperlihatkan seorang pria diduga oknum polisi pukul anak beredar di media sosial memicu perhatian publik.

Dalam video tersebut memperlihatkan seorang anak laki-laki yang tengah bermain layangan diduga ditegur dengan cara kasar oleh seorang pria yang disebut-sebut oknu anggota Polri.

Video itu pertama kali diunggah akun Instagram @megha_jhon pada Senin, 20 Juli 2026. Hingga Selasa, 21 Juli 2026 pukul 22.30 WIB, unggahan video tersebut mendapat 47 komentar, 264 like dan 102 kali dibagikan.

Dalam unggahan itu, terlihat seorang anak didatangi pria berbaju seragam di Jalan Ki Marogan, Lorong Porka, Kecamatan Kertapati, Palembang.

Baca Juga : Polda Sumsel Buka Diklat Bintara SPKT 2026, Cetak Polisi Humanis dan Profesional

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 15 Juli 2026 sekitar pukul 16.00 WIB. Dalam narasinya, sang ibu meminta Kapolda Sumatera Selatan dan Bidpropam turun tangan.

Ia menyebut anaknya berinisial L mengalami sakit kepala usai kejadian dan kini mengalami trauma hingga takut keluar rumah.

Pada video yang sama, bocah itu menceritakan kejadian yang dialaminya. Pada saat main layangan, kepalanya dipukul dua kali hingga merasakan sakit dan pusing.

Saat ditanya sebabnya, L menjawab, “Enggak tahu. Lagi main layangan, tiba-tiba kepala saya dipukul dari belakang.

Baca Juga : BGN Rombak Jajaran Eselon I, Eks Kajati Sumsel Ketut Sumedana Jabat Deputi Pengawasan Program MBG

Di akhir video, sang ibu kembali memohon keadilan kepada Kapolda Sumatera Selatan.

”Pak Kapolda, tolong anak saya. Dia dianiaya oknum polisi. Sekarang dia ketakutan dan kepalanya sakit. Saya minta keadilan untuk anak saya,” ujarnya.

Polsek Kertapati Bantah Ada Pemukulan

Dikutip dari sumeks.disway.id, Kapolsek Kertapati AKP Hermansyah membenarkan bahwa pria dalam rekaman adalah anggotanya, Aipda Ahmad Suyono atau AS. Namun ia membantah terjadi tindakan penganiayaan.

No More Posts Available.

No more pages to load.