Ada Cacing di Menu MBG, Warga 2 Desa di Musi Rawas Tolak Distribusi

oleh
Menu MBG
Viral video cacing di menu MBG Dapur Haza Al-Zein Musi Rawas. Warga Desa Suka Mana dan Suka Merindu tolak distribusi. SPPG beri teguran.

LIPOSONLINE.COM – Video viral di media sosial memperlihatkan seekor cacing di dalam menu Program Makan Bergizi Gratis atau MBG. Imbasnya, warga dari 2 desa di Kabupaten Musi Rawas menolak menerima distribusi MBG.

Video tersebut diunggah akun Facebook atas nama EA. Dalam unggahannya disebutkan MBG itu berasal dari Dapur HA di Kecamatan STL Ulu Terawas, Musi Rawas.

Dalam postingannya akun tersebut juga mengajak masyarakat khususnya Desa Sukamana dan Desa Sukamerindu menolak MBG dari Dapur HA dengan alasan tidak higienis.

Koordinator SPPG Wilayah Kabupaten Musi Rawas, Tommy, membenarkan adanya temuan tersebut saat dikonfirmasi watawan Selasa 4 Agustus 2026.

Baca Juga :Dua Kali Mangkir, 2 Direktur Tersangka Kecelakaan Maut Bus ALS Terancam Dijemput Paksa

Menurutnya, peristiwa itu sebenarnya terjadi pada 24 Juli 2026. Videonya baru viral lagi setelah diunggah ulang.

Pihaknya sudah konfirmasi ke pihak SPPG dan pemilik dapur diberikan teguran lisan.

“Ke depan akan kami evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang,” tegas Tommy dikutip dari linggaupos.bacakoran.id.

Ia menyebut pihaknya akan menelusuri kronologi dan fakta di lapangan. Pasalnya dampak dari viralnya video itu membuat 2 desa menolak penyaluran MBG melalui kader mereka.

Dua desa yang menolak yakni Desa Suka Mana dan Desa Suka Merindu. Sejak surat penolakan masuk, pendistribusian MBG di dua desa itu dihentikan sementara selama sekitar 2 pekan.

Baca Juga :Polres Musi Rawas Didemo, Ini Tanggapan Kapolres

Untuk sanksi lanjutnya akan diberikan jika hasil evaluasi membuktikan ada pelanggaran.
Semua laporan dan kritik masyarakat diterima sebagai bahan evaluasi.

Sekdes Suka Mana: Penerima Khawatir Kualitas Menu

Sekdes Suka Mana, Defri, juga membenarkan warganya tidak lagi mau menerima MBG. Khususnya penerima dari kelompok Balita, Ibu Hamil dan Ibu Menyusui.

Awalnya penolakan karena adanya temuan, lalu penerima melapor ke kader.

Kemudian melalui kader dibuat surat pernyataan minta dapur dan SPPG dievaluasi, diketahui Kades.
”Setelah itu penyaluran ke warga kami dihentikan,” ungkap Defri.

No More Posts Available.

No more pages to load.