Ia menyebut dari 15 kader Posyandu yang jadi pendistribusi, sering menerima keluhan.
Menu kadang ada hewannya, porsi kurang, buah seperti jeruk dan anggur sering busuk dan berulat.
Ia menjelaskan, di desanya di luar anak sekolah ada lebih dari 200 orang. Karena sering dikeluhkan, mereka sepakat minta evaluasi dapur.
Baca Juga :Kerabat Tersangka Sujud dan Pingsan Saat Demo di Polres Musi Rawas
Selama belum dievaluasi, warga minta MBG jangan didistribusikan dulu karena khawatir kualitasnya sama.
Defri menambahkan, penyaluran MBG ke sekolah TK, SD, SMP masih berjalan karena dipasok dapur lain.
Warga berharap dapur yang bermasalah segera dievaluasi supaya MBG bisa kembali disalurkan.
Namun jika kualitasnya tetap tidak sesuai, warga menyarankan tidak usah dibagikan.







