LIPOSONLINE.COM – Peta persaingan menuju kursi Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Selatan mulai terlihat jelas. Nama Ketua DPRD Sumsel, Andi Dinialdi, kini disebut-sebut sebagai kandidat terkuat sekaligus figur yang paling pantas menahkodai Golkar Sumsel periode berikutnya.
Sinyal itu menguat setelah tahap penjaringan calon ketua selesai. Dari proses tersebut, hanya Andi Dinialdi yang tercatat mengembalikan formulir pendaftaran.
Kondisi ini ditafsirkan sebagai bentuk dukungan besar dari mayoritas kader kepada dirinya.
Pengamat politik sekaligus Dosen Universitas Muhammadiyah Palembang, Amrah Muslimin, SE., MM., menilai Andi Dinialdi punya bekal kuat.
Baca Juga :Rekomendasi Tabungan 2026: Kelebihan BRI, BCA, dan Bank Mandiri
Mulai dari jejak politik, pengalaman berorganisasi, hingga kapasitas memimpin yang dinilai mampu membawa Golkar Sumsel menghadapi dinamika ke depan.
“Kalau kita lihat konfigurasi politik di Sumsel saat ini, Andi Dinialdi punya rekam jejak panjang di Golkar. Ditambah jabatannya sebagai Ketua DPRD, ini jadi nilai tambah yang tidak dimiliki kader lain,” kata Amrah.
Menurutnya, perpaduan pengalaman di partai dan memimpin lembaga legislatif bisa jadi kunci untuk merapatkan barisan menjelang agenda politik nasional.
Amrah juga meluruskan anggapan bahwa hanya ada satu pendaftar berarti demokrasi di Golkar melemah.
Justru sebaliknya, ini bisa dibaca sebagai bentuk kebulatan suara kader dalam menentukan arah kepemimpinan. Konsolidasi ke satu nama dinilai langkah cerdas agar partai tidak terjebak konflik internal berkepanjangan.
Baca Juga :Top Neobank Features That Make Digital Banking Better
Belajar dari dinamika Golkar Sumsel di masa lalu, Amrah berharap proses regenerasi kali ini berjalan lebih sejuk dan menghasilkan struktur yang lebih kuat.
Selain itu, selama menjabat Ketua DPRD, Andi Dinialdi dinilai piawai membangun komunikasi lintas kalangan.
Kemampuan itu penting karena parpol sekarang harus lebih inklusif dan menyentuh berbagai lapisan masyarakat.
Dengan modal itu, Amrah optimis kepemimpinan baru bisa mengokohkan posisi Golkar sebagai salah satu kekuatan politik utama di Sumsel dalam 5 tahun ke depan.
Namun ia mengingatkan, tantangan tidak berhenti di pemilihan ketua. Tugas besarnya adalah menyusun kepengurusan yang mewakili semua elemen kader, bukan hanya kelompok tertentu.
Baca Juga :How Neobanks Work Compared to Traditional Banks
Struktur yang inklusif disebutnya sebagai fondasi penting menghadapi Pemilu 2029 yang diprediksi lebih kompleks.
Amrah juga menekankan pentingnya SDM berkualitas di tubuh partai. Pengurus strategis harus punya integritas, pengalaman, dan peka terhadap perubahan politik.
Ia mendorong Golkar Sumsel tidak hanya fokus ke internal, tapi juga membuka ruang dialog dengan akademisi, tokoh masyarakat, ormas, dan kelompok sosial lain.
Dengan begitu aspirasi publik bisa terserap lebih luas dan kebijakan partai lebih relevan.
“Ke depan Golkar harus jadi rumah besar untuk semua masyarakat Sumsel. Soliditas, keterbukaan, dan kemampuan adaptasi adalah kunci agar partai ini tetap jadi kekuatan yang diperhitungkan,” tutupnya.






