Patroli Gabungan Sisir Wilayah Rawan Karhutla di Muratara

oleh -32 Dilihat

LIPOSONLINE.COM – Polda Sumatera Selatan bersama Polres dan Satker terus memperkuat langkah mitigasi untuk mencegah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) hingga ke wilayah Musi Rawas Utara (Muratara).

Mengantisipasi potensi titik api, personel gabungan serentak melaksanakan patroli, sosialisasi, hingga ground checking terhadap pantauan hotspot di sejumlah wilayah Sumsel, Senin, 21 September 2026.

Langkah pencegahan dilakukan proaktif dengan mengerahkan personel di wilayah rawan Karhutla.

Di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Polres Muratara membagi patroli gabungan ke dalam dua zona utama.

Baca Juga :Kronologis ASN OKI Tewas Ditikam Istri, Motifnya Minta Uang

Patroli tersebut melibatkan Polri, Babinsa TNI, BPBD, Satpol PP, serta pemerintah kecamatan. Tim menyisir wilayah rawan di Kecamatan Rupit, Karang Jaya, Karang Dapo, Rawas Ilir, Rawas Ulu, dan Nibung.

Dari hasil patroli, situasi di wilayah yang dipantau dinyatakan aman dan terkendali, nihil temuan Karhutla.

Personel juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang larangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.

Upaya mitigasi juga dilakukan Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Sumsel melalui patroli bermotor di wilayah pedesaan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur dan Ogan Ilir.

Baca Juga :Heboh Pria Bawa Parang Kejar Anak-Anak di Empat Lawang, Polres Turun Tangan

Hasil pemantauan, personel tidak menemukan titik api. Selain patroli preventif, jajaran Polda Sumsel juga mengedepankan respons cepat terhadap informasi hotspot yang terdeteksi melalui aplikasi pemantau titik panas.

Di Kabupaten OKU, Polsek Ulu Ogan melakukan ground checking terhadap pantauan satelit di Desa Pedataran.

Setelah tiba di lokasi, petugas memastikan ada lahan perkebunan warga seluas sekitar setengah hektare yang sempat terbakar, namun saat dicek api sudah padam total.

Sementara itu, Polres Empat Lawang memperkuat pencegahan melalui pendekatan langsung ke masyarakat.

Personel mendatangi para pekebun di Desa Lesung Batu dan Padang Titiran untuk imbauan agar tidak membuka maupun memperluas lahan dengan cara dibakar.

Baca Juga :Siswa SMKN 3 Lubuk Linggau Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Majapahit

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya SIK MH menegaskan mitigasi dan pencegahan menjadi kunci utama penanganan Karhutla.

Sesuai arahan Kapolda Sumsel, seluruh jajaran operasional diminta terus memperkuat koordinasi dan bergerak aktif di lapangan.

Dijelaskan Kabid Humas, Mitigasi dan pencegahan adalah kunci utama keberhasilan penanganan Karhutla.

Sesuai arahan Kapolda, seluruh jajaran operasional baik di tingkat Polres, Polsek, hingga Brimob harus terus merapatkan barisan dan bergerak di lapangan.

“Kami tidak hanya menggencarkan patroli dan edukasi kepada masyarakat, tetapi juga merespons cepat setiap kemunculan hotspot agar tidak meluas dan meminimalisir dampak lingkungan,” tegas Kombes Pol Nandang.

Baca Juga :Polres OKU Amankan Terduga Kasus Perlindungan Anak di Baturaja

Polda Sumsel menegaskan pencegahan Karhutla tidak hanya mengandalkan pemadaman setelah api muncul, tetapi juga melalui deteksi dini, patroli lapangan, ground checking, edukasi, serta sinergi dengan TNI, pemerintah daerah dan unsur terkait.

Pergerakan personel di berbagai wilayah menjadi bagian komitmen Polda Sumsel dalam menjaga keselamatan masyarakat sekaligus mencegah meluasnya dampak Karhutla terhadap lingkungan dan kualitas udara.

Polda Sumsel mengajak masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran saat membuka atau membersihkan lahan serta segera melapor apabila menemukan titik api atau kondisi yang berpotensi menimbulkan Karhutla.

Melalui sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, unsur terkait dan masyarakat, Polda Sumsel terus memperkuat pencegahan Karhutla dengan semangat “Nyago Bumi Sriwijaya, Aman Bae!”.

No More Posts Available.

No more pages to load.