Romyadi juga menuturkan, pada 2015 air dari Bendung Kelingi masih bisa sampai ke lahan persawahan. Namun sejak itu debit air terus berkurang hingga akhirnya petani sama sekali tidak mendapat aliran untuk mengairi sawah.
Solusi yang Diusulkan Hendra Gunawan
Menanggapi keluhan tersebut, Hendra Gunawan menyampaikan beberapa opsi. Pertama, mencari sumber air alternatif di luar Bendung Kelingi, misalnya dari Bendung Selangit. Namun opsi ini dinilai sulit karena Desa Suka Mulya berada di dataran tinggi sehingga sulit dijangkau aliran dari Selangit.
Opsi kedua adalah melakukan pengerukan saluran irigasi menggunakan alat berat mulai dari BK 16 hingga BK 17 agar aliran bisa lancar kembali.
“Konflik air irigasi, kuncinya adalah komitmen semua pihak untuk menyelesaikan persoalan ini. Tidak bisa hanya diserahkan ke masyarakat saja,” kata Hendra Gunawan.
Politisi yang akrab disapa HG itu berjanji seluruh aspirasi warga Suka Mulya akan dibawa ke rapat paripurna DPRD Sumsel untuk diperjuangkan. Ia berharap masalah pengairan segera tuntas agar produktivitas padi warga kembali meningkat dan target panen 3 kali setahun bisa terwujud.








