Gudang PT Ruberindo Global Utama di Musi Rawas Terbakar

oleh
Kebakaran
Gudang PT Ruberindo di Musi Rawas terbakar Senin 3 Agustus 2026. Diduga korsleting, kerugian Rp1,2 miliar. Tidak ada korban jiwa.

LIPOSONLINE.COM – Gudang PT Ruberindo Global Utama di Musi Rawas terbakar hebat.
Insiden terjadi Senin, 3 Agutus 2026 sekitar pukul 04.30 WIB di Dusun II Desa Dwijaya, Kecamatan Tugumulyo.

Gudang tersebut digunakan untuk menyimpan bahan baku dan bahan jadi karet vulkanisir.

Kebakaran pertama kali diketahui Ahmad Sapudin, 33 tahun, operator mesin. Saat itu ia datang lebih awal untuk memanaskan mesin sebelum jam kerja pukul 05.00 WIB.

“Saya lihat ada api dari arah gudang bahan baku. Langsung saya teriak panggil Pak Irpansyah dan teman-teman, lalu lapor Damkar,” kata Ahmad kepaada wartawan.

Baca Juga :Best Investment Strategies for Beginners

Api dengan cepat membesar dan menghanguskan isi gudang. Dari olah TKP awal dan keterangan 3 saksi, polisi menduga kebakaran dipicu korsleting listrik pada mesin vulkanisir.

Api kemudian menyambar 3 derigen Pertamax yang disimpan dekat mesin untuk campuran lem vulkanisir.
Saksi lain adalah Irpansyah, 55 tahun, pengawas sekaligus penjaga malam, dan Deni, 36 tahun, Kepala Mekanik.

Polisi memastikan tidak ada unsur kesengajaan. Dugaan sementara murni korsleting yang menyambar bahan mudah terbakar.

Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini. PT Ruberindo Global Utama dipimpin Direktur Mulyadi, S.H., M.H. mengalami kerugian besar.

Baca Juga :Harga Emas Antam Hari Ini 4 Agustus 2026 Naik Rp7.000 Jadi Rp2.715.000 per Gram

Barang yang terbakar meliputi karet bahan baku, karet jadi, atap gudang, dan 1 unit mesin vulkanisir. Total kerugian ditaksir Rp1,2 miliar.

Petugas Polsek Tugumulyo bersama Damkar langsung ke lokasi untuk pemadaman dan pengamanan TKP. Polisi juga melakukan dokumentasi dan koordinasi dengan pihak perusahaan.

Polisi merekomendasikan perusahaan mengevaluasi instalasi listrik dan SOP penyimpanan BBM.

Penyediaan APAR di titik rawan juga diminta untuk mencegah kejadian serupa.

Kejadian ini jadi pelajaran agar tidak terulang dan tidak membuat resah warga sekitar. Hingga kini penyelidikan masih terus dilakukan.

No More Posts Available.

No more pages to load.