Neraca Pembayaran dan Cadangan Devisa Tetap Kuat
Neraca perdagangan Januari-Juni 2026 surplus 3,58 miliar dolar AS. Namun Juni 2026 mencatat defisit 0,45 miliar dolar AS.
Aliran investasi portofolio asing triwulan III 2026 hingga 14 Agustus tercatat net inflows 1,8 miliar dolar AS, didukung penerbitan global bond dan masuknya dana ke SBN serta SRBI.
Baca Juga :Modus Pakai QR Barcode, 3 Pelaku Penimbun BBM Solar Subsidi Ditangkap di Palembang
Cadangan devisa akhir Juli 2026 mencapai 145,3 miliar dolar AS. Jumlah ini cukup untuk membiayai 5,5 bulan impor atau 5,3 bulan impor ditambah pembayaran utang luar negeri pemerintah, jauh di atas standar internasional 3 bulan.
Rupiah Menguat ke Rp17.855 per Dolar AS
Didukung kebijakan stabilisasi, Rupiah pada 18 Agustus 2026 menguat 0,78% ke level Rp17.855 per dolar AS dibanding akhir Juli.
BI menaikkan insentif Swap Jual Lindung Nilai menjadi 12,5% dan DNDF Jual Lindung Nilai 15%.
Baca Juga :Core Banking Architecture: Building a Modern, Scalable Banking System
Insentif juga diberikan untuk Local Currency Transaction LCT dengan premi swap 10% dan pengurangan premi DNDF 10%.
Inflasi Juli 2026 Terkendali di 2,88%
Inflasi IHK Juli 2026 tercatat 2,88% yoy, turun dari 3,34% yoy bulan sebelumnya. Inflasi inti terjaga di 2,76% yoy.
Administered prices naik 3,58% yoy akibat penyesuaian harga Pertamax. Sementara volatile food melambat ke 2,52% yoy karena panen cabai dan bawang merah.
BI bersama TPIP/TPID terus menjalankan GPIPS Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera untuk menjaga harga pangan, termasuk antisipasi El Nino.
Baca Juga :Kejari Lubuk Linggau Amankan 5 PNS Disdikbud Terkait Dugaan Pungli Pencairan Dana BOSP
Uang primer M0 Juli 2026 tumbuh 18,3% yoy didukung giro bank umum dan uang kartal. M2 Juni 2026 tumbuh 8,7% yoy ditopang penyaluran kredit.
Kredit perbankan Juli 2026 tumbuh 13,58% yoy, naik dari 12,67% yoy di Juni. Pertumbuhan didorong KLM dengan total insentif yang sudah disalurkan Rp446,5 triliun hingga awal Agustus 2026. Ketahanan perbankan juga kuat. CAR Juni 2026 sebesar 23,70%, NPL bruto 2,09%, dan AL/DPK 23,10%.







