CB Fest 2026 Bank Indonesia: BI Perkuat Layanan Kebanksentralan di Tengah Geopolitik, Transaksi LCT Tembus USD42,07 Miliar

oleh -37 Dilihat
CB Fest 2026 di Hotel Kempinski dibuka Deputi Gubernur BI Thomas A M Djiwandono Rabu 30 September 2026 tekankan layanan kebanksentralan andal efisien aman transaksi LCT semester I 2026 tembus USD42,07 miliar tumbuh 259 persen 7 negara mitra Wamenkeu Juda Agung sinergi fiskal moneter.

LIPOSONLINE.COM – Meluasnya konektivitas ekonomi dan keuangan lintas negara membutuhkan layanan kebanksentralan yang andal, efisien, dan aman untuk mendukung kelancaran transaksi, pengelolaan keuangan, dan pelaksanaan kebijakan.

Hal ini sejalan dengan peran bank sentral yang tidak hanya menjaga stabilitas harga dan nilai tukar, tetapi juga stabilitas keuangan, keandalan sistem pembayaran, serta pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

“Kredibilitas kebijakan perlu didukung oleh kredibilitas operasional,” ujar Deputi Gubernur Bank Indonesia, Thomas A. M. Djiwandono, pada pembukaan Central Banking Services Festival (CB Fest) 2026 di Hotel Kempinski, dikutip dari laman Bank Indonesia, Rabu 30 September 2026.

Thomas menyampaikan bahwa pengembangan aktivitas ekonomi dan keuangan lintas negara perlu didukung oleh layanan kebanksentralan yang andal, efisien, dan aman.

Baca Juga :Sopir Truk Batu Bara Asal Sumut Dibacok 2 Kali di Muratara, Pelaku Ditangkap Depan RS AR Bunda Lubuk Linggau

Layanan tersebut mencakup penyelesaian transaksi operasi moneter, pengelolaan cadangan devisa, kerja sama keuangan internasional, dan pengelolaan cadangan emas, serta layanan kepada Pemerintah dan industri keuangan.

Dalam konteks ini, Bank Indonesia memberikan layanan kepada Pemerintah, berupa penatausahaan rekening pemerintah, transfer dana dan penyelesaian transaksi, serta penatausahaan utang luar negeri Pemerintah.

Sementara itu, bagi industri keuangan, Bank Indonesia melakukan penyelesaian transaksi surat berharga dalam Rupiah dan valuta asing.

Perluasan konektivitas ekonomi dan keuangan lintas negara tercermin antara lain dari kerja sama Local Currency Transaction (LCT) yang terus meluas.

LCT mendorong penggunaan mata uang lokal dalam transaksi bilateral, sehingga mendukung ketahanan eksternal dan stabilitas nilai tukar serta memfasilitasi perdagangan dan investasi dengan negara mitra.

Saat ini, Indonesia telah mengimplementasikan kerja sama LCT dengan tujuh negara mitra, yaitu Malaysia, Thailand, Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Uni Emirat Arab, dan Singapura.

Baca Juga :BI Tahan BI-Rate 5,75% Agustus 2026, Perluas Insentif Swap dan Dorong Digitalisasi

Pada semester I 2026, nilai transaksi LCT mencapai USD42,07 miliar, tumbuh 259% (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar USD11,72 miliar, dan telah melampaui capaian sepanjang 2025 sebesar USD25,74 miliar.

Kerja sama ini terus diperluas dengan negara mitra lainnya.Wakil Menteri Keuangan Juda Agung mengatakan bahwa ketahanan tidak hanya berarti kemampuan menghadapi krisis, tetapi juga kemampuan beradaptasi dan menjaga kepercayaan publik.

Juda menyampaikan bahwa ketahanan perlu dibangun sebelum krisis melalui kebijakan yang kredibel, institusi yang kuat, tata kelola yang baik, adaptasi berkelanjutan, dan kerja sama.

Untuk itu, sinergi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan diperlukan untuk merespons perubahan ekonomi dan perkembangan teknologi.

No More Posts Available.

No more pages to load.