LIPOSONLINE.COM – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan masih terus dilakukan.
Titik api di lahan gambut Desa Tulung Selapan Ilir, Kecamatan Tulung Selapan menjadi perhatian serius tim gabungan.
Pada Minggu, 19 Juli 2026, tim kembali menerjunkan 1 unit helikopter water bombing untuk membantu memadamkan api yang membakar lahan milik masyarakat tersebut.
Pemadaman Gabungan Darat dan Udara
Kepala Manggala Agni Daops Sumatera XVII/OKI, Edi Satriawan SP mengatakan, pemadaman Karhutla hari ini difokuskan untuk memutus penjalaran api di area lahan gambut.
“Hari ini tim gabungan melakukan pemadaman untuk memutus penjalaran api yang merambat jalur hijau dari sisi kanan api dan pulau api,” kata Edi, Minggu 19 Juli 2026, dikutip dari sumeks.disway.id.
Baca Juga : Niat Tagih Utang Berujung Maut di Palembang, 1 Orang Tewas Ditusuk Pisau
Selain pemadaman dari udara, tim juga melakukan operasi di darat. Personel yang diterjunkan terdiri dari anggota Manggala Agni, 7 personel BPBD OKI, TNI Babinsa, dan Polri Bhabinkamtibmas.
Dukungan juga datang dari RPK PT Samora sebanyak 6 orang serta masyarakat sekitar.
Untuk mendukung operasi, dikerahkan 3 unit kendaraan roda 4, 4 unit roda 2, 4 unit mini striker, 1 unit mesin waterax, dan 1 unit mesin robin beserta peralatan pendukung lainnya.
Sumber air untuk pemadaman diambil dari kanal yang kondisinya hampir kering dan kolam milik warga. Sepanjang hari ini, tim berhasil memadamkan area seluas 4 hektar.
Mopping Up Dilakukan Karena Api Masih Menyala
Edi menjelaskan, setelah api utama berhasil dijinakkan, tim langsung masuk ke tahap mopping up atau penyisiran dan pendinginan.
Tahap ini penting dilakukan khususnya di lahan gambut untuk memastikan tidak ada lagi bara api atau kepulan asap yang bisa memicu kebakaran ulang.
Baca Juga : PWI Desak Hotman Paris Minta Maaf, Rendahkan Profesi Wartawan di Kejagung
“Kondisi lahan gambut ini rawan. Ada kebakaran permukaan dan juga di bawah permukaan tanah. Meskipun hari ini kita sudah berjibaku, status api belum sepenuhnya padam. Jadi masih butuh pemadaman lanjutan,” jelasnya.
Lahan Gambut OKI Kering dan Rawan Terbakar
Berdasarkan data di lapangan, kebakaran terjadi di lahan masyarakat dengan vegetasi anakan pohon gelam, perpat, belidang, dan semak belukar di atas tanah gambut.
Titik api pertama kali diketahui melalui patroli udara. Luas area yang terbakar cukup besar sehingga pemadaman tidak bisa diselesaikan dalam satu hari.
Edi mengingatkan, saat ini sebagian besar lahan gambut di wilayah OKI sudah dalam kondisi kering karena memasuki musim kemarau. Kondisi ini membuat daerah rawan terjadi Karhutla.
Baca Juga : The Future of Core Banking System 2026: Cloud, API, AI and Real-Time Banking Trends
“Untuk itu kami imbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan waspada. Hindari pembukaan lahan dengan cara dibakar karena risikonya sangat besar,” imbuhnya.
Pemadaman di Desa Tulung Selapan Ilir akan terus dilanjutkan hingga api benar-benar padam dan situasi dinyatakan aman.





