3. Perkuat Sinergi dengan Pemangku Kepentingan
Polda Sumsel tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan kerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi, kepala sekolah, guru, hingga orang tua agar edukasi AI bisa menjangkau seluruh pelajar di Sumsel.
“Kita tidak bisa bekerja seperti Superman sendirian. Kita harus jadi super team. Saya minta para peserta membawa citra Polri yang humanis, cerdas, dan dekat dengan masyarakat,” pesan Kapolda.
Materi Pelatihan: Dari Prompt AI Hingga Platform Senopati
Selama pelatihan, peserta dibekali sejumlah materi penting. Dimulai dari pengenalan dasar Artificial Intelligence, cara membuat prompt AI yang efektif, etika penggunaan AI, strategi menangkal hoaks, hingga pengenalan Platform Senopati milik Polri.
Baca Juga :D’Academy 8: Kiara Musi Rawas Bawakan Cubit Tak Mau Dicubit Lolos ke Top 36
Kegiatan tidak hanya berupa teori. Peserta juga langsung praktik menggunakan platform, melakukan simulasi mengajar di hadapan teman, serta mengikuti evaluasi melalui pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman.
Para pemateri yang dihadirkan merupakan ahli di bidangnya. Diantaranya Pengawas Pembina Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel Muhammad Nuril Yunus, M.Kom., Kasubdit Bintibsos Ditbinmas Polda Sumsel AKBP Dudi Novery, S.E., Kasubbid PID Bidhumas Polda Sumsel AKBP Suparlan, S.H., M.Si., dan Kanit 1 Subdit 5 Ditreskrimsus Polda Sumsel Kompol Muhammad Firmansyah, S.I.K.
Harus Jadi Edukator yang Sederhana dan Komunikatif
Kabidhumas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, menegaskan bahwa output dari pelatihan ini harus jelas. Para peserta tidak cukup hanya paham teknologi. Mereka wajib mampu menerjemahkan materi yang rumit menjadi bahasa yang mudah dipahami pelajar.
Baca Juga :Klarifikasi Dapur MBG Haza Al-Zein Soal Ulat di Buah dan Sayur
“Yang kita butuhkan adalah edukator. Bukan ahli IT yang bicara pakai istilah teknis. Tapi anggota Polri yang bisa menjelaskan AI dengan bahasa sederhana, relate dengan anak sekolah,” jelas Kabid Humas.
Menurutnya, edukasi ini sangat krusial. Generasi muda harus dibekali kemampuan untuk memanfaatkan AI secara bijak, melindungi data pribadi, mengenali modus hoaks dan penipuan digital, serta memahami bahwa setiap jejak di dunia maya memiliki konsekuensi hukum.
“Paham AI” Jadi Benteng Literasi Digital di Sumsel
Melalui Program “Paham AI”, Polda Sumsel ingin membangun ekosistem literasi digital dari hulu ke hilir.
Dengan mencetak trainer di tingkat kewilayahan, diharapkan edukasi bisa berjalan masif hingga ke pelosok sekolah.
Tujuan akhirnya adalah menciptakan generasi muda yang cakap digital. Mereka bisa memanfaatkan teknologi untuk belajar dan berkarya, tanpa terjebak dalam kejahatan siber.





