LIPOSONLINE.COM – 10 hektare lahan di Desa Pulau Negara, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir terbakar. Peristiwa karhutla itu terjadi Jumat, 28 Agustus 2026.
Tim gabungan berhasil memadamkan 5 hektare, namun pemadaman terkendala karena titik api berada di lokasi sulit dijangkau.
Personel BKO Ditsamapta Polda Sumsel bersama Polsek Pemulutan dan Masyarakat Peduli Api (MPA) dikerahkan ke lokasi untuk mengendalikan kobaran dan mencegah api merambat lebih luas.
Menurut laporan Posko Pegayut, petugas masih kesulitan menjangkau salah satu titik api. Lokasi berada di tengah lahan dan tidak ada akses jalan masuk.
Baca Juga :Real-Time Data Processing in Banking
Proses pemadaman dan pendinginan terus dilakukan hingga pukul 01.30 WIB guna memastikan api tidak meluas ke area lain.
Direktur Samapta Polda Sumsel selaku Ka Opsda Aman Nusa II, Kombes Pol. Ridwan Raja Dewa, menyebut penanganan dilakukan dengan mengerahkan personel dan sarana prasarana secara maksimal.
Dikatakannya penanganan karhutla di wilayah rawan Sumsel dilakukan secara terukur. Medan sulit dijangkau menjadi tantangan, namun personel gabungan tetap siaga.
”Kami optimalkan sarpras untuk cegah kebakaran meluas dan jaga keselamatan warga,” jelas Kombes Ridwan.
Baca Juga :Sumur Warga Mulai Kering, Polisi di Musi Rawas Turunkan Tangki Air 5.000 Liter ke Desa Karya Sakti
Kabid Humas Polda Sumsel menegaskan pihaknya berkomitmen membantu penanganan karhutla serta memberi perlindungan ke masyarakat terdampak.
Polda Sumsel memastikan penanganan dilakukan maksimal dan personel tetap siaga mengantisipasi potensi perluasan kebakaran.
Polda Sumsel juga mengimbau warga agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar dan segera melapor jika melihat titik api agar bisa ditangani lebih cepat.






