LIPOSONLINE.COM – Video siaran langsung memperlihatkan adu argumen antara keluarga pasien dan petugas Rumah Sakit dr Sobirin Pangeran M Amin Muara Beliti Musi Rawas viral di media sosial, Selasa 25 Agustus 2026.
Video diunggah akun Facebook Dina Saputra itu merekam kekecewaan keluarga terkait pelayanan dan hasil pemeriksaan rontgen pasien luka di bagian kaki.
Persoalan bermula saat keluarga mempertanyakan keterangan dokter. Pihak keluarga mengaku diberitahu bahwa tidak ada benda logam yang tertancap di kaki pasien.
Namun keluarga menilai berbeda setelah melihat hasil rontgen. Mereka mengaku melihat adanya benda asing di bagian kaki.
Baca Juga :How Blockchain Technology Is Used in Banking
Dalam rekaman video tersebut, keluarga menyampaikan dokter spesialis yang membaca hasil rontgen telah menyebut adanya benda asing.
Keluarga meminta kejelasan, apakah objek yang terlihat itu benar benda logam, benda asing, atau bagian lain yang secara medis bukan benda tertancap.
Selain hasil rontgen, keluarga juga menyoroti lama waktu tunggu. Mereka mengaku harus menunggu sekitar 1 jam untuk mendapatkan hasil pemeriksaan.
Ketegangan memuncak saat keluarga mencoba merekam situasi di lingkungan rumah sakit. Terjadi perdebatan dengan petugas keamanan dan pihak rumah sakit dengan nada bicara yang meninggi.
Baca Juga :Polres OKI Buru Pelaku Judi Sabung Ayam Dekat PT PKS Kelantan Sakti
Keluarga mempertanyakan pelarangan merekam, karena menurut mereka itu merupakan bentuk dokumentasi pelayanan.
Situasi semakin panas hingga keluarga menyatakan akan memindahkan pasien ke rumah sakit lain jika tidak mendapat kepastian.
Penjelasan Pihak RS dr Sobirin
Humas RS dr Sobirin Pangeran M Amin Muara Beliti Oktorini memberikan penjelasan terkait video viral adu argumen dengan keluarga pasien yang beredar Selasa, 25 Agustus 2026.
Baca Juga :Duel Maut Dua Pedagang di Lubuk Linggau, Saling Bacok Pakai Parang Gegara Sengketa Lahan
Dalam kronologi versi rumah sakit, awalnya pasien datang bersama keluarga dengan keluhan ada benda di bagian telapak kaki.
Oktorini menjelaskan, pasien awalnya diperiksa oleh dr. Angga selaku dokter jaga. Dari pemeriksaan awal belum ditemukan adanya benda di telapak kaki pasien.
Kemudian dr. Angga melaporkan kondisi pasien ke dokter spesialis. Dokter spesialis menyarankan agar pasien dilakukan rontgen.
Setelah dilakukan rontgen, ternyata ditemukan adanya benda di dalam telapak kaki pasien.
Baca Juga :Keren! Polres Musi Rawas Modifikasi 13 Mobil Dinas Jadi Armada Pemadam Karhutla
Pihak rumah sakit kemudian menyarankan pasien untuk dirawat inap guna dilakukan tindakan lebih lanjut.
Ditanmbahkan Oktorini, atas keterangan dr. Angga saat pemeriksaan awal, pihak keluarga merasa ada indikasi malpraktek.
Namun menurut pihak RS, pernyataan dokter jaga tersebut merupakan dugaan sementara sebelum hasil rontgen keluar. Karena itu, pihak RS menyarankan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan kondisi sebenarnya.






