Sekolah di 3 Daerah Sumsel Berlakukan Belajar dari Rumah Mulai 9 September 2026

oleh -73 Dilihat
Kepala Disdik Sumsel Hj. Mondyaboni, SE., S.Kom., M.Si., M.Pd

LIPOSONLINE.COM – Pemerintah Provinsi Sumsel melalui Dinas Pendidikan memutuskan menyesuaikan sistem pembelajaran dengan belajar dari rumah. Hal ini menyusul kualitas udara di Sumatera Selatan terus menurun akibat kabut asap.

Kebijakan tersebut tidak sama di semua daerah. Disdik Sumsel memilih menerapkan skema belajar sesuai tingkat pencemaran dan kondisi kesehatan siswa di tiap kabupaten/kota.

Kepala Disdik Sumsel Hj. Mondyaboni, SE., S.Kom., M.Si., M.Pd. mengatakan aturan berlaku untuk SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta di 17 kabupaten/kota.

Setiap wilayah kata dia, punya tingkat kabut asap yang berbeda dan tidak bisa dipukul rata. ”Penyesuaian dilakukan berdasarkan dampak di masing-masing daerah,” kata Mondyaboni dikutip dari sumateraekspres.bacakoran.id, Selasa, 8 September 2026.

Baca Juga :Sosok Iptu Joni Jamaris, Kasat Reskrim Muratara yang Tak Kenal Lelah Turun ke Lapangan

Ditambahkannya, untuk wilayah dengan polusi paling parah, yakni Kota Palembang, Kabupaten Ogan Ilir, dan sebagian Banyuasin, kegiatan belajar mengajar SMA, SMK, dan SLB resmi dialihkan ke Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau belajar dari rumah mulai Rabu, 9 September 2026.

Keputusan belajar dari ruma ini diambil setelah melihat hasil pemantauan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) dan laporan kesehatan siswa dari daerah.

“Di Palembang, OI, dan sebagian Banyuasin, ISPU sudah masuk kategori tidak sehat. Karena itu PJJ kami berlakukan demi keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik,” jelas Mondyaboni.

Berbeda dengan 3 wilayah di atas, Lahat dan Prabumulih masih mempertahankan pembelajaran tatap muka untuk SMA dan SMK.

Namun khusus peserta didik SLB di dua daerah itu diwajibkan belajar dari rumah. Alasannya, anak berkebutuhan khusus dinilai lebih rentan terhadap gangguan pernapasan saat udara memburuk.

Baca Juga :Beruang Madu Masih Keliar di Lubuk Binjai Lubuk Linggau, Perangkap BKSDA Belum Berhasil

Selama ISPU masih dalam batas wajar, SMA dan SMK di Lahat serta Prabumulih boleh terus menggelar tatap muka.

Mondyaboni menegaskan, meski belajar dari rumah, mutu pembelajaran tidak boleh turun. Kepala sekolah diminta memastikan kegiatan tetap sesuai kurikulum dan target.

Guru juga diimbau memanfaatkan platform digital dan sumber belajar daring. Beban tugas siswa harus disesuaikan.

“Jangan sampai memberi tugas berlebihan. Pendampingan dan evaluasi tetap jalan selama PJJ,” katanya.

Kebijakan ini bersifat dinamis. Disdik Sumsel akan evaluasi tiap 3 hari berdasarkan perkembangan ISPU dan laporan dari Pemkab/Pemkot serta sekolah.

Baca Juga :Bocah 12 Tahun di Musi Rawas Tenggelam di Sungai Pagat, Jenazah Ditemukan 2 Jam Kemudian

Jika udara di daerah tatap muka memburuk, maka PJJ bisa diterapkan. Sebaliknya jika membaik, sekolah yang PJJ bisa kembali tatap muka.

“Pemantauan terus dilakukan. Keputusan bisa berubah sesuai kondisi lapangan,” tegasnya.

Imbauan untuk Orang Tua

Di tengah kabut asap, Disdik juga meminta orang tua lebih peduli kesehatan anak. Anak disarankan mengurangi aktivitas luar ruangan saat udara tidak sehat. Asupan gizi dan waktu istirahat juga harus diperhatikan.

“Jika anak mengalami batuk, sesak napas, mata perih, atau gangguan pernapasan lain, segera bawa ke fasilitas kesehatan,” kata Mondyaboni.

No More Posts Available.

No more pages to load.