Perempuan di Prabumulih Tewas Tertabrak Kereta Api Batubara

oleh -77 Dilihat
Perempuan E (52) warga Cambai tewas tertabrak KA Barapati di jalur rel KM 8 Desa Pangkul Prabumulih. Jenazah baru ditemukan 12 jam kemudian.

LIPOSONLINE.COM – Seorang perempuan berinisial E (52), warga Kecamatan Cambai, Kota Prabumulih tewas diduga tertabrak Kereta Api Batubara Barapati rute Kertapati – Tanjung Enim.

Peristiwa tragis itu terjadi di jalur rel KM 8, Desa Pangkul, Kecamatan Cambai, Kota Prabumulih.
Jenazah korban baru ditemukan Senin 7 September 2026 sekitar pukul 11.00 WIB, sekitar 12 jam setelah insiden dilaporkan.

Kapolres Prabumulih AKBP Gunarto, menjelaskan kronologi awal kejadian. Minggu 6 September 2026 sekitar pukul 23.00 WIB, Petugas Polsuska M. Runzul Fahmi mendapat laporan dari masinis Panca.

Dalam laporan itu disebutkan KA Barapati menabrak seorang perempuan di jalur rel KM 8 Desa Pangkul. Mendapat informasi tersebut, petugas langsung melakukan penyisiran sepanjang rel.

Baca Juga :Ibu Korban Pembunuhan Kakak Beradik di Banyuasin Tak Menyangka, Pelaku Pacar Anaknya Sering Makan Minum di Rumah

Namun pencarian malam itu belum membuahkan hasil karena korban belum ditemukan.

Jenazah Ditemukan Warga Keesokan Harinya

Titik terang baru muncul Senin siang. Sekitar pukul 11.00 WIB, M. Runzul Fahmi menerima kabar dari Kaur JR Rama Fajri tentang ditemukannya seorang perempuan tanpa identitas dalam kondisi meninggal di sekitar lokasi.

Polisi dari Polres Prabumulih langsung menuju TKP. Tim melakukan olah tempat kejadian, memeriksa saksi, dan mengamankan barang bukti. Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Kota Prabumulih.

Baca Juga :Motif Dendam Karena Ditolak Lamar, 2 Pelaku Bunuh Kakak Beradik di Banyuasin

Setelah identifikasi, diketahui korban adalah E (52), warga Kecamatan Cambai.Mengalami Luka Berat, Keluarga Tolak AutopsiHasil pemeriksaan dokter di RSUD menunjukkan korban mengalami luka cukup parah.

Di antaranya patah tulang kaki kanan, patah lengan kiri, serta luka serius di tangan, kepala, paha, dan wajah.

Pihak keluarga sudah mengetahui kejadian ini. Berdasarkan keterangan polisi, keluarga menolak autopsi maupun pemeriksaan lanjutan dan meminta jenazah segera dimakamkan.

Dari hasil penanganan awal, diduga korban sedang berada di jalur rel dan tidak menyadari kedatangan kereta batubara.

Namun hal ini masih menjadi dugaan sementara karena penyelidikan masih berlangsung.

Baca Juga :4 Bandara Tutup Akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau, 268 Ribu Penumpang Terdampak

Polisi Imbau Jangan Beraktivitas di Jalur Rel

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.

“Kami sampaikan duka cita mendalam. Kami imbau masyarakat agar tidak berjalan kaki atau beraktivitas di jalur rel kereta api karena sangat berbahaya,” kata Nandang.

Ia menjelaskan, kereta api bisa melintas kapan saja dan membutuhkan jarak panjang untuk berhenti. Karena itu keberadaan orang di atas rel sangat berisiko terhadap keselamatan.

No More Posts Available.

No more pages to load.