Ibu Korban Pembunuhan Kakak Beradik di Banyuasin Tak Menyangka, Pelaku Pacar Anaknya Sering Makan Minum di Rumah

oleh -56 Dilihat
Helmi Nursida 5 tahun cari Rani dan Ayu. Ternyata pelaku pembunuhan kakak beradik itu adalah pacar anaknya sendiri.

LIPOSONLINE.COM – Tragedi pembunuhan dua kakak beradik di Kabupaten Banyuasin menyisakan duka mendalam pihak keluarga.

Betapa tiak, penantian 5 tahun kabar dua kakak beradik yang hilang sejak 2021 lalu berakhir duka. Pagi 27 Oktober 2021 masih jelas dalam ingatan Helmi Nursida (58) ibu kedua korban. Dua putrinya berpamitan seperti biasa.

Rani (18) yang saat itu duduk di Madrasah Aliyah dan Ayuhana alias Ayu (13) siswi Madrasah Tsanawiyah, berangkat boncengan ke Ponpes Ma’ariful Ulum di Talang Keramat, Banyuasin. Terntara, itu pamit terakhir.

Saat ditemui di rumah duka Jalan Kebun Jeruk 3 Sekawan RT 012 RW 004, Kelurahan Keramat Raya, Kecamatan Talang Kelapa, Nursida hanya ditemani putri keduanya, Selvi.

Sang suami sudah lebih dulu meninggal 2 tahun lalu karena kecelakaan, belum sempat tahu ujung pencarian anak-anaknya.

Baca Juga :Digital Banking Performance Monitoring

Sambil menghapus air mata, Nursida mengingat detik terakhir itu. “HP tidak dibawa, karena saya pakai waktu itu. Rani dan Ayu biasanya sudah pulang menjelang sore,” katanya pelan.

Tapi sore itu keduanya tidak pulang. Panik. Nursida bersama almarhum suami dan keluarga langsung menyisir.
Pihak sekolah memberi kabar yang membuat hati makin dingin, hari itu Rani dan Ayu tidak pernah masuk kelas.

Pencarian merembet sampai ke Sungsang. Bertanya ke teman, ke keluarga jauh, ke siapa saja. Nihil.
“Sebulan penuh kami cari. Sampai pernah minta bantuan orang pintar juga,” kata Nursida.

Laporan resmi dibuat ke Polsek Talang Kelapa. Di rumah, yasinan digelar tiap Senin dan Jumat. Doa yang sama selama hampir 5 tahun, semoga Rani dan Ayu ditemukan dalam keadaan selamat.

Baca Juga :Banking UX Testing: Improving Digital Banking Experiences

Tahun berganti. Doa belum terjawab. Dua tahun lalu, suaminya menyusul pergi. Ayah yang berjanji akan mencari anaknya itu wafat lebih dulu.

Petunjuk Datang dari Kebakaran

Jawaban datang Minggu 6 September 2026. Bukan seperti yang mereka harapkan. Saat Karhutla melanda sekitar Perumahan Amanah, Kelurahan Keramat Raya, warga bernama Rohani alias Otong melihat rangka sepeda motor di parit bekas kebakaran.

Warga lalu menggeledah rumah kosong tak jauh dari sana. Di dalamnya ada tulang belulang dan seragam SMA-SMP yang sudah lapuk.

Polsek Talang Kelapa dan Polres Banyuasin bergerak cepat. Sekitar 6 jam kemudian, dua orang diamankan.
Rendi Saputra (27) warga Kenten Laut dan Andika (25) warga Sei Sedapat.

Baca Juga :4 Bandara Tutup Akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau, 268 Ribu Penumpang Terdampak

Dan itu jadi pukulan kedua untuk Nursida. Pelaku utama ternyata orang yang sangat dekat. “Pelaku Rendi kenal, pacar Rani,” kata Nursida.

Ia tak habis pikir. Rendi dulu sering ke rumah. Bahkan makan, minum, tidur di rumah. ”Sudah dianggap seperti anak sendiri. Tapi balasannya seperti ini! Kebaikan kami sia-sia,” ucapnya.

Yang paling sakit lanjutnya, saat Rani dan Ayu hilang, Rendi ikut ditanya. Ia bilang tidak tahu. Bahkan ikut mencari, ikut yasinan di rumah duka.Selvi, adik korban, juga tak menyangka.

“Orangnya baik, sering bercanda, jadi tidak menyangka dia pelakunya,” ujar Selvi kecewa.

Lokasi penemuan pun sepi. “Kalau pun ada, hanya orang mancing,” kata Selvi.

Baca Juga :80 Hektare Lahan Gambut Terbakar, Satgas Karhutla Gunakan Teknik Spiral

Bantah Alasan Lamaran Ditolak

Dalam pemeriksaan, Rendi mengaku sakit hati karena lamarannya ke Rani ditolak keluarga. Keluarga membantah. Bibi korban menegaskan, keluarga tidak pernah menolak. Hanya minta Rani lulus sekolah dulu.

“Tidak benar itu, kami tidak menolak. Rani masih kelas 1 SMA waktu itu. Harus menyelesaikan pendidikannya dulu,” tegasnya.

Kalau benar ditolak, lanjutnya, tidak mungkin Rendi masih bebas keluar-masuk rumah. Lurah Keramat Raya Wahyu menambahkan, Perumahan Amanah memang sudah lama mangkrak.

Dibangun 2014 target 2.000 unit, tapi hanya 10 rumah yang jadi karena jalan rusak dan developer kabur.
“Akibatnya penghuni lari, dan jadi terbengkalai,” jelasnya.

Baca Juga :4 Bandara Tutup Akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau, 268 Ribu Penumpang Terdampak

Wahyu masih ingat pesan almarhum suami Nursida. “Almarhum sempat bilang, kalau ketemu pelakunya akan mencincang,” kenangnya.

Beberapa hari sebelum jenazah ditemukan, Nursida bermimpi ada keluarga yang pulang membawa anak. Firasat itu terbukti. Anaknya pulang, tapi hanya menyisakan tulang.

Kini permintaan Nursida hanya satu. Keadilan. ”Kalau bisa tulang balik tulang,” pintanya.

No More Posts Available.

No more pages to load.