LIPOSONLINE.COM – Kabar duka menyelimuti Kecamatan Lubuk Linggau Barat I. Seorang anak perempuan berusia 11 tahun berinisial DN dilaporkan tenggelam di aliran Sungai Kelingi, RT 04 Kelurahan Kayu Ara, Minggu 17 Agustus 2026 sekitar pukul 12.00 WIB.
Korban merupakan pelajar yang beralamat di Jalan Garuda RT 02 Kelurahan Kayu Ara, Kota Lubuk Linggau.
Peristiwa terjadi saat korban bersama ibu kandungnya MM, 28 tahun, pergi ke Sungai Kelingi untuk mencuci pakaian.
Setibanya di lokasi, sang ibu mencuci baju di tepi sungai sementara korban mandi. Ibu korban sempat mengingatkan agar DN tidak bermain terlalu jauh dari pantauannya.
Baca Juga :Core Banking Solutions
Namun nahas, arus Sungai Kelingi yang cukup deras tiba-tiba menyeret korban.
“Korban tiba-tiba hanyut terbawa arus. Ibu korban yang melihat kejadian itu langsung berteriak histeris dan berusaha menolong,” cerita salah satu warga di lokasi.
Warga Temukan Korban, Sempat CPR Namun Meninggal di Jalan
Teriakan ibu korban mengundang perhatian warga sekitar. Warga langsung melakukan pencarian dengan cara menyelam dan menyisir tepian Sungai Kelingi.
Setelah proses pencarian kurang lebih 30 menit, korban berhasil ditemukan. Saat ditemukan, kondisi DN masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan namun dalam keadaan lemah.
Baca Juga :Tega Aniaya Ibu Kandung dan Ancam Adik Pakai Pisau, Grandong Ditangkap Polsek Lubuk Linggau Barat
Warga sempat memberikan pertolongan pertama berupa napas buatan dan CPR di lokasi kejadian. Selanjutnya korban dibawa ke RS AR Bunda Kota Lubuk Linggau untuk penanganan medis lebih lanjut.
Namun takdir berkata lain, korban dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit.
Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Lubuk Linggau Barat I langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara TKP untuk melakukan pendataan dan penyelidikan.
Pihak kepolisian mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat beraktivitas di sekitar aliran sungai.
Mengingat debit air Sungai Kelingi yang tidak menentu dan berpotensi berbahaya.Peristiwa ini menjadi pengingat agar masyarakat lebih waspada, terutama saat musim hujan dan arus sungai sedang deras.






