LIPOSONLINE.COM – Kebakaran terjadi di salah satu gerai makanan cepat saji di Gedung Internasional Plaza IP Mall, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 147, Kelurahan 18 Ilir, Kecamatan Ilir Timur I, Kota Palembang, Selasa, 25 Agustus 2026 siang.
Kepulan asap tebal terlihat keluar dari area gedung. Warga yang melintas juga mencium bau benda terbakar.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Diketahui Gedung IP telah resmi ditutup dan berhenti beroperasi sejak 1 Agustus 2026.
Titik Api Berasal dari Jalur Ducting Bekas Gerai KFC
Awalnya laporan yang masuk ke petugas menyebut kebakaran diduga karena korsleting listrik.
Namun setelah dicek, Kepala Pos Damkar Sektor Merdeka, Memet Veilani memastikan sumber api berasal dari glass wall ducting di area bekas gerai KFC.
Baca Juga :Keren! Polres Musi Rawas Modifikasi 13 Mobil Dinas Jadi Armada Pemadam Karhutla
Petugas menerima laporan awal pukul 11.15 WIB menyebutkan kebakaran terjadi pada aliran listrik. Namun setelah petugas melakukan pengecekan kebekaran berasal dari glass wall ducting jalur sub gerai makanan di IP Mall Palembang.
Saat kejadian, di sekitar gedung tengah berlangsung pekerjaan renovasi. Seorang pekerja di bagian luar gedung diduga sedang melakukan pemotongan menggunakan gerinda.
Kemudian menyambar ke glass wall dan glass wall menyambar ke jalur ducting. Ditambahkannya, api hanya membakar bagian jalur ducting dan tidak merembet ke area lain.
Saat petugas Damkar tiba, asap sudah memenuhi bagian dalam dan keluar gedung. Namun tidak ada pengunjung karena gedung sudah tutup.
Baca Juga :Duel Maut Dua Pedagang di Lubuk Linggau, Saling Bacok Pakai Parang Gegara Sengketa Lahan
Pihak pengelola menyebut jalur ducting yang terbakar tersebut terpisah, sehingga api tidak menyebar.
“Alhamdulillah korban tidak ada. Kalau informasi dari pengelola di dalam tadi, untuk jalur ducting ini dia tersendiri, jadi tidak menyebar ke mana-mana, hanya di plafon bagian bekas KFC,” ungkap Memet kepada wartawan, Selasa, 25 Agustus 2026.
Petugas Damkar kemudian melakukan penanganan dan memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.







