LIPOSONLINE.COM – Kepolisian Polres Banyuasin merilis hasil pemeriksaan sementara kasus pasangan suami istri atau Pasutri tewas di kebun karet Banyuasin.
Jasad keduanya ditemukan di perkebunan karet, Dusun II, Desa Muara Damai, Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin.
Kapolres Banyuasin AKBP Risnan Aldino melalui Kasat Reskrim AKP Sandi Karisma, Rabu, 22 Juli 2026 menyampaikan, dari hasil visum forensik diketahui penyebab kematian Pasutri Tewas di kebun karet itu berbeda.
Istri Meninggal Akibat Benturan di Kepala
Korban perempuan bernama Roviko dinyatakan tewas karena mengalami trauma berat pada bagian kepala.
Baca Juga : Mantan Kajari Lubuk Linggau Kuntadi Resmi Ditunjuk Prabowo Jadi Jampidsus
Hasil visum menunjukkan ada luka sobek di sisi kanan kepala. Tulang tengkoraknya pecah dan terjadi pendarahan di jaringan otak.
Tim dokter forensik juga mencatat adanya 5 titik patahan pada tengkorak serta pendarahan luas di selaput otak korban.
Menurut kesimpulan sementara, Roviko meninggal dunia akibat tindak kekerasan pada kepala yang menyebabkan kerusakan fatal.
Suami Meninggal Karena Terjerat
Sementara korban laki-laki, Ja’al Dewantara, ditemukan dengan tanda bekas jeratan di lehernya.
“Posisi jeratan berada di atas jakun dengan simpul di sisi kanan leher. Pemeriksaan dalam juga menemukan adanya rembesan darah pada jaringan leher,” terang Sandi.
Baca Juga : Heboh! Penemuan Jenazah Pasutri di Banyuasin, Polisi Tunggu Hasil Autopsi
Dari hasil sementara, penyebab kematian Ja’al diduga karena tersumbatnya saluran pernapasan akibat jeratan tersebut atau diduga gantung diri.
Masih Tunggu Hasil Labfor dan Toksikologi
Meski mengarah pada dugaan pembunuhan diikuti bunuh diri, polisi belum bisa menyimpulkan secara final.
Pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium forensik dan toksikologi untuk memastikan apakah ada zat berbahaya di tubuh korban perempuan.
Baca Juga : Pengemudi Truk Meninggal di Banyuasin, Polisi Ungkap Penyebab Kematian
“Kami belum bisa memberikan kesimpulan akhir. Semua kemungkinan masih kami dalami sampai hasil pemeriksaan ilmiah lengkap diterima,” tegas AKP Sandi.
Hingga kini penyidik terus bekerja. Sejumlah saksi sudah dimintai keterangan dan barang bukti di lokasi kejadian juga telah diamankan untuk melengkapi proses penyelidikan kasus ini.






