CB Fest merupakan forum tahunan yang mempertemukan bank sentral, otoritas di sektor keuangan, kementerian/lembaga, industri perbankan, dan asosiasi internasional. Forum ini juga menjadi ruang memperkuat posisi strategis Bank Indonesia dalam lanskap keuangan global.
Melalui pertemuan ini, seluruh pihak memperkuat sinergi menghadapi dinamika ekonomi global dan perkembangan transaksi lintas negara di era digital.
CB Fest 2026 mengusung tema “Strengthening Financial Services Resilience Amid Escalating Geopolitical Risk to Support Economic Growth”.
Baca Juga :Polisi Sebut Oknum Dokter Spesialis di Lubuk Linggau Yang Dilaporkan Selingkuh Sudah Diperoksa
Sejalan dengan tema tersebut, pembahasan CB Fest mencakup dampak perubahan geopolitik terhadap ekonomi dan stabilitas keuangan serta respons yang perlu disiapkan oleh otoritas dan industri.
Diskusi menghadirkan pakar geopolitik dan ekonomi dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS), akademisi teknologi dari Institut Teknologi Bandung dan University of Melbourne, serta praktisi data dan analitik sektor keuangan dari Delloite dan J.P. Morgan Asia Pacific.
Pembahasan menggarisbawahi bahwa ketidakpastian global membutuhkan respons kebijakan yang adaptif, penguatan manajemen risiko, dan pemanfaatan teknologi untuk memperkuat ketahanan sektor keuangan.
Selain itu, diskusi menyoroti pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) dan generative AI dapat meningkatkan efisiensi sekaligus mendorong transformasi menuju intelligent reporting, dengan tetap memperhatikan transparansi, akuntabilitas, dan penguatan kompetensi fungsi keuangan.
Baca Juga :Viral Oknum Dokter Spesialis di Lubuk Linggau Diduga Selingkuh
CB Fest 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi global dan kerja sama strategis antarbank sentral, serta menghasilkan rekomendasi kebijakan untuk memperkuat ketahanan layanan dan pengelolaan keuangan yang adaptif dalam menghadapi risiko geopolitik, guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.





