LIPOSONLINE.COM — Warga Indonesia kini dapat mengecek secara daring data desil, yang menunjukkan posisi relatif kesejahteraan keluarga dalam kategori 1 hingga 10, yang terdaftar di Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Data desil ini digunakan oleh pemerintah sebagai acuan untuk menentukan penerima berbagai jenis bantuan sosial, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), sampai bantuan iuran BPJS Kesehatan bagi Penerima Bantuan Iuran (PBI).
Memeriksa desil menjadi krusial agar masyarakat menyadari tingkat kesejahteraan keluarganya serta dapat menilai kelayakan sebagai penerima bantuan sosial.
Baca Juga :Bleach TYBW Cour 4 Episode 5 Raih Rating 10/10 di IMDb, Pertarungan Ichigo vs Yhwach Makin Memanas
Sebagai gambaran umum, semakin rendah angka desil suatu keluarga, semakin tinggi pula kelayakannya untuk mendapatkan bantuan.
Metode Memeriksa Melalui Situs BPS
Salah satu metode untuk mengecek desil adalah melalui situs resmi Badan Pusat Statistik (BPS) di dtsen-form.bps.go.id.
Menariknya, masyarakat dapat memeriksanya tanpa perlu login, hanya dengan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Tahapan-tahapan yang harus diikuti adalah sebagai berikut:
- Kunjungi situs https://dtsen-form.bps.go.id
- Isikan NIK yang tercantum pada KTP.
- Tulis kode captcha yang ditampilkan
- Pilih opsi “Cek Desil”
- Isi tanggal lahir
- Tekan “Cek Data” dan data desil akan segera terlihat.
Metode Memeriksa Melalui Situs Kemensos
Baca Juga :Genshin Impact 7.0 Everwinter Without Mercy Rilis, Buka Wilayah Snezhnaya dan Misteri Project Stuzha
Selain melalui BPS, masyarakat juga dapat memeriksa desil di situs Kementerian Sosial di cekbansos.kemensos.go.id, dengan metode yang serupa:
- Kunjungi halaman https://cekbansos.kemensos.go.id
- Inputkan NIK sesuai dengan KTP
- Tulis kode captcha
- Klik “Periksa Data”
- Data penerima bantuan sosial beserta statusnya akan ditampilkan.
Arti Angka Desil 1 hingga 10
Baca Juga :Hampir Setahun Buron, Pencuri Uang PT Galempa Empat Lawang Ditangkap di Jambi
Tiap angka desil menunjukkan tingkat kesejahteraan suatu keluarga. Desil 1 menunjukkan kelompok dengan kondisi ekonomi terendah atau sangat miskin, desil 2 kelompok yang miskin, desil 3 kelompok yang hampir miskin, desil 4 kelompok yang mudah terjebak dalam kemiskinan, dan desil 5 kelompok yang sedang bergerak menuju kelas menengah.
Sementara itu, desil 6 sampai 10 menggambarkan kelompok masyarakat menengah hingga yang berada dalam kondisi ekonomi terbaik.
Banyak orang beranggapan bahwa pengelompokan desil ditentukan oleh jumlah pendapatan atau biaya bulanan seseorang.
Baca Juga :Blockchain Applications in Banking Systems
Akan tetapi, Kementerian Sosial menekankan bahwa pandangan itu salah. Kepala Pusat Data dan Informasi Kemensos, Joko Widiarto, menegaskan bahwa tidak ada pengelompokan desil yang sepenuhnya didasarkan pada pendapatan masyarakat.
Pengelompokan desil dilaksanakan oleh BPS dengan menggunakan 39 variabel sosial ekonomi, termasuk keadaan perumahan, kepemilikan harta, belanja rumah tangga, serta akses ke pendidikan dan layanan dasar.
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menyatakan bahwa setiap desil mewakili kira-kira 10 persen dari jumlah keseluruhan penduduk Indonesia.
Dengan populasi sekitar 287 juta jiwa, ini berarti setiap desil terdiri dari sekitar 28,7 juta orang, di mana desil 1 adalah kelompok 10 persen dengan kesejahteraan terendah, sedangkan desil 10 adalah 10 persen masyarakat yang paling sejahtera.
Baca Juga :Blockchain Applications in Banking Systems
Hasil dari pengelompokan ini kemudian dicatat dalam DTSEN sebagai landasan untuk perencanaan dan distribusi berbagai program perlindungan sosial pemerintah di masa yang akan datang.







