LIPOSONLINE.COM – Satgas BEKAWAN (Bersekolah Tanpa Tawuran dan Perundungan), Polres Lubuk Linggau kembali turun ke sekolah. Kali ini giliran SMP Negeri 1 Lubuk Linggau yang menjadi sasaran pembinaan, Senin 10 Agustus 2026.
Kegiatan ini bertujuan menciptakan lingkungan sekolah yang aman, bebas kekerasan, serta membentuk pelajar yang bijak dalam menggunakan media digital.
Hadirkan Tiga Materi Utama
Pembinaan dipimpin langsung Kanit Reskrim Polsek Lubuk Linggau Utara I Ipda Beni Kurniawan.
Turut hadir Kanit Kamsel Satlantas Aiptu KGS. M. Yamin dan Aiptu Iwan Inpresi dari Sat Binmas Polres Lubuk Linggau.
Baca Juga :Nomor WA Palsu Mengaku Pejabat Kejati Sumsel Beredar, Masyarakat Diimbau Waspada
Ada tiga materi utama yang disampaikan tim kepada para siswa:
1. Bijak Bermedia Sosial
Siswa diedukasi soal etika, tanggung jawab, dan risiko hukum di dunia maya.
Tim menegaskan setiap unggahan memiliki jejak digital dan konsekuensi nyata.
Poin penting yang ditekankan:Jangan sebar ujaran kebencian, hoaks, fitnah, dan cyberbullying.
Pahami dasar Undang-undang ITE terkait pencemaran nama baik dan penyebaran konten merugikan
Cek dulu kebenaran berita, jaga etika, lindungi data pribadi, dan hindari konten pemicu perpecahan
Baca Juga :Embedded Banking vs BaaS: What’s the Difference and Which One Is Better?
“Media sosial itu cermin diri. Sebarkan kebaikan, bukan kebencian. Bangun persahabatan, bukan perpecahan,” tegas Ipda Beni.
2. Tolak Tawuran
Tim mengingatkan bahaya tawuran antar pelajar. Selain menimbulkan korban luka hingga kehilangan nyawa, pelaku juga terancam pidana.
Tawuran bisa dijerat pasal penganiayaan, perkelahian, hingga pembunuhan dalam KUHP. Akibatnya bisa berupa putus sekolah dan masa depan hancur.
Siswa diajak menyelesaikan masalah dengan musyawarah dan melapor ke guru atau polisi jika ada ancaman.
3. Lawan Perundungan
Perundungan, baik langsung maupun online, juga jadi sorotan. Perbuatan ini bukan sekadar bercanda, tapi melukai fisik dan mental, melanggar HAM, serta ada sanksi hukumnya.
Baca Juga :13 Rumah di Pendopo Empat Lawang Ludes Terbakar, 5 Bangunan Rusak Berat
Siswa diminta tidak menjadi pelaku, tidak jadi penonton, dan berani melapor jika melihat atau mengalami bullying.
Investasi Pencegahan Sejak Dini
Menurut Ipda Beni, Satgas BEKAWAN hadir bukan untuk menakut-nakuti, tapi untuk menyadarkan.
“Kami ingin kalian paham, setiap perbuatan ada akibatnya. Tangan yang memukul bisa menghentikan masa depan. Kata-kata kasar di medsos bisa berujung masalah hukum. Pilih belajar, berkarya, dan raih masa depan cerah,” teranghya.
Pihak sekolah menyambut baik kegiatan ini. Kepala sekolah dan guru berharap sinergi Polres Lubuk Linggau dengan sekolah terus berlanjut agar tercipta suasana belajar yang damai.
Melalui program BEKAWAN atau Bersekolah Tanpa Tawuran dan Perundungan, Polres Lubuk Linggau berkomitmen melakukan pembinaan berkelanjutan di sekolah-sekolah wilayah hukumnya.





