Beruang Madu Masih Keliar di Lubuk Binjai Lubuk Linggau, Perangkap BKSDA Belum Berhasil

oleh -51 Dilihat
Seekor beruang madu masih berkeliaran di Kelurahan Lubuk Binjai Lubuk Linggau. BKSDA Sumsel sudah pasang perangkap sejak 5 September 2026, warga waswas ke kebun.

LIPOSONLINE.COM – Hingga Selasa, 8 September 2026 seekor beruang yang berkeliaran di wilayah Kelurahan Lubuk Binjai, Kota Lubuk Linggau belum berhasil dievakuasi.

Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel bersama pemerintah setempat telah memasang perangkap besi di titik yang diduga sering dilalui satwa liar tersebut.

Lurah Lubuk Binjai Mustaqim kepada wartawan mengatakan, perangkap dipasang pada Sabtu 5 September 2026 setelah warga kembali melapor melihat beruang di sekitar kebun dan pemukiman.

“BKSDA sudah turun Sabtu kemarin, kami dampingi ke lokasi. Perangkap langsung dipasang di jalur yang biasa dilintasi beruang,” kata Mustaqim dikutip dari LINGGAUPOS.DIDSWAY.ID, Selasa, 8 September 2026.

Baca Juga : Pria 30 Tahun Diduga Cabuli Penyandang Disabilitas di Ulu Rawas Muratara

Umpan Nangka Diganti Rutin, Pemantauan 1 Bulan

Menurut Mustaqim, perangkap akan diawasi secara ketat oleh warga bersama kelurahan selama 30 hari ke depan.

Pihak BKSDA meminta umpan berupa buah nangka di dalam perangkap diganti secara berkala jika sudah habis atau busuk.

“Umpannya pakai nangka. Kalau sudah habis harus diganti yang baru. Kita pantau selama sebulan. Kalau sebulan tidak ada tanda-tanda, kemungkinan beruang sudah balik ke hutan,” jelasnya.

Baca Juga :Video Beruang Muncul di Kebun Dekat REL KAI Lubuk Binjai Bikin Warga Heboh

Namun sampai saat ini perangkap masih dalam kondisi kosong. Belum ada jejak beruang masuk. Justru warga kembali melaporkan melihat seekor anak beruang di area yang sama.

“Belum ada yang masuk perangkap. Tapi kemarin warga lihat anak beruang, masih kecil. Dari cirinya diduga beruang madu, sama seperti sebelumnya,” ungkapnya.

Ketua RT 05 Ramon menyebut keberadaan beruang membuat warga takut beraktivitas di kebun, apalagi saat sore.

“Masih muter-muter di situ. Dulu pernah pasang perangkap sendiri tapi tidak kena. Yang kemarin itu rombongan lurah sama BKSDA yang pasang,” kata Ramon.

Baca Juga :Dua Petani di Muratara Diserang Beruang Liar Saat Sadap Karet, 1 Patah Tulang

Meski belum ada laporan kebun atau ternak dirusak lagi, warga tetap waspada. “Sudah tidak ada kerusakan lagi, tapi kami takut kalau tiba-tiba menyerang warga yang lagi di kebun,” tambahnya.

BKSDA: Satwa Dipastikan Beruang Madu

Kasi Konservasi Wilayah II BKSDA Sumsel Yusmono membenarkan pihaknya sudah cek langsung ke lapangan.
“Petugas sudah ke lokasi, sudah pasang perangkap dan akan terus dipantau,” terang Yusmono.

Sebelumnya, beruang madu pertama kali dilaporkan keluar hutan dan mendekati permukiman warga Lubuk Binjai pada Rabu 2 September 2026 sekitar pukul 16.00 WIB.

Diduga satwa itu turun ke kebun karena cuaca panas ekstrem, musim kemarau, serta dampak karhutla yang membuat sumber makan dan air di hutan berkurang.

No More Posts Available.

No more pages to load.