80 Hektare Lahan Gambut Terbakar, Satgas Karhutla Gunakan Teknik Spiral

oleh -30 Dilihat
Polda Sumsel padamkan karhutla 80 hektare di Desa Teluk Limau Muara Enim. Terapkan teknik spiral, perendaman dan scanning titik bara.

LIPOSONLINE.COM – Polda Sumatera Selatan terus menggenjot penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah bergambut.

Tim Satgas Penanganan Karhutla Polda Sumsel melakukan operasi pemadaman di Desa Teluk Limau, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim pada Sabtu 5 September 2026 hingga malam hari. Luas area terdampak diperkirakan 80 hektare.

Operasi di lapangan dipimpin langsung Dansatbrimob Polda Sumsel Kombes Pol. James Parlindungan Hutagaol.
Penanganan Khusus Lahan Gambut

Berbeda dengan kebakaran di lahan mineral, api di lahan gambut dapat bertahan dan merambat di bawah permukaan.

Baca Juga :Harga Emas Antam Hari Ini Senin 7 September 2026 Stabil Di Rp2,64 Juta/Gram

Dari pengecekan di lokasi, kedalaman gambut mencapai 1 hingga 1,5 meter. Karena itu tim menerapkan metode khusus berupa penyiraman dan perendaman dengan pola spiral.

Pemadaman dimulai dari sisi luar area lalu perlahan masuk ke bagian tengah menggunakan jet pump dengan campuran air dan Formula Crossfire Polri.

“Teknik spiral dari luar ke dalam dilakukan untuk menekan pergerakan bara di bawah lapisan gambut. Setelah itu baru personel masuk ke titik yang suhunya lebih tinggi,” jelas Kombes James.

Usai penyiraman, cairan dibiarkan meresap selama 2-3 jam ke dalam gambut. Tahapan berikutnya adalah scanning untuk mencari sisa titik bara yang berpotensi muncul kembali.

Petugas mendekati titik yang mengeluarkan asap putih atau bara. Lapisan gambut digali pakai garpu, lalu disemprot dengan jet shooter backpack berisi cairan pemadam.

Baca Juga :Karhutla 1 Hektare di Indralaya Ogan Ilir Dipadamkan, 28 Personel Kerahkan AWC

“Bara kecil tidak boleh diabaikan karena bisa terbawa angin dan memicu kebakaran baru di area kering. Makanya scanning dilakukan satu per satu,” tambah James.

Pemetaan 3 Zona dan 4 Sektor

Agar penanganan lebih terarah, area 80 hektare tersebut dibagi berdasarkan tingkat keparahan. Yakni  Zona Kuning terdapat indikator asap, Zona Oranye ada asap dan bara, Zona Merah ada asap, bara, dan api di permukaan.

Masing-masing zona lalu dibagi lagi menjadi 4 sektor. Setiap sektor ada penanggung jawab personel sehingga progres pemadaman bisa dipantau dan dievaluasi bertahap. Pemadaman juga dilanjutkan saat malam hari.

Menurut Dansatbrimob, kondisi gelap justru memudahkan identifikasi bara yang masih menyala di sela gambut.
Pola ini akan terus dilakukan hingga seluruh area dinyatakan bersih dari api dan potensi bara.

Baca Juga :4 Bulan Buron, Pencuri Lapak Pedagang di Prabumulih Ditangkap

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, menegaskan penanganan karhutla di gambut tidak bisa hanya memadamkan api di permukaan.

“Fokus kami bukan hanya api yang kelihatan, tapi juga bara di bawah tanah. Karena itu ada tahapan penyiraman, perendaman, sampai scanning. Ini untuk mencegah api muncul lagi atau merembet,” kata Nandang.

Polda Sumsel bersama unsur terkait akan terus mengoptimalkan personel dan peralatan di lapangan.
Pemetaan, penyiraman, perendaman hingga scanning akan dilakukan sampai area terdampak benar-benar aman.

No More Posts Available.

No more pages to load.