Menurut sumber internal, operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, mulai dari kapal perang, kapal niaga, hingga dukungan pesawat militer Pakistan.
Data PAA menunjukkan kontak terakhir dengan pesawat terjadi pada pukul 21.21 waktu setempat pada Selasa, 7 Juli 2026.
Saat itu pesawat berada sekitar 155 mil laut di sebelah barat Karachi. Radar merekam pesawat mengalami penurunan tajam disertai perubahan arah secara tiba-tiba sebelum akhirnya komunikasi terputus.
Sementara itu, data dari Flightradar24 memperlihatkan pola penerbangan yang tidak normal. Pesawat sempat kehilangan ketinggian, kemudian kembali naik, sebelum akhirnya mengalami penurunan drastis untuk kedua kalinya.
K2 Airways merupakan maskapai kargo swasta asal Pakistan yang melayani penerbangan domestik maupun internasional, termasuk layanan charter.
Pesawat yang mengalami kecelakaan merupakan Boeing 737 yang diproduksi pada 1999. Awalnya pesawat tersebut dioperasikan sebagai pesawat penumpang oleh Aeroflot sebelum dikonversi menjadi pesawat kargo pada 2012, sebagaimana tercatat di Airfleets.net.
Insiden ini kembali menyoroti catatan keselamatan penerbangan di Pakistan. Dalam satu dekade terakhir, negara tersebut beberapa kali mengalami kecelakaan pesawat besar yang menimbulkan korban jiwa, termasuk di wilayah Karachi.
Sebelumnya, Uni Eropa juga pernah menjatuhkan larangan terbang selama empat tahun terhadap maskapai Pakistan akibat persoalan keselamatan dan perizinan. Larangan tersebut baru dicabut pada 2024.
Pihak berwenang Pakistan menyatakan akan melakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan sekaligus mengevaluasi standar keselamatan operasional maskapai kargo di negara tersebut.





