Wartawan Sumsel Doa Bersama di Monpera Untuk 5 Jurnalis dan 3 ABK Hilang Saat Liput Erupsi Anak Krakatau

oleh -7 Dilihat
Wartawan Sumsel gelar doa bersama di Monpera Palembang untuk 5 jurnalis dan 3 ABK yang hilang saat meliput erupsi Anak Krakatau. Aksi solidaritas insan pers.

LIPOSONLINE.COM – Puluhan jurnalis dari berbagai organisasi pers di Sumatera Selatan menggelar doa bersama di Monumen Perjuangan Rakyat atau Monpera, Selasa 15 September 2026.

Aksi ini menjadi bentuk kepedulian dan dukungan moril kepada 5 wartawan dan 3 anak buah kapal (ABK) yang hingga kini belum diketahui nasibnya usai meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.

Pemilihan lokasi Monpera sebagai tempat doa bersama dimaksudkan untuk saling mengingatkan bahwa profesi jurnalis memiliki risiko besar di lapangan.

Hingga hari ini, keberadaan lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak saat bertugas masih belum dipastikan.

Baca Juga :Kepastian Porprov Sumsel 2027, Ini Penjelasan Wali Kota Lubuk Linggau

Dalam doa bersama tersebut, insan pers memanjatkan harapan agar tim SAR segera menemukan kedelapan orang itu dan bisa berkumpul kembali dengan keluarga.

Ketua Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Sumsel, Dwitri Kartini menyebut kegiatan ini sebagai wujud solidaritas sesama insan media.

Selain itu sebagai bentuk doa dan keprihatinan atas musibah yang menimpa rekan-rekan jurnalis saat meliput erupsi Anak Krakatau dan berharap segera ditemukan dalam keadaan selamat.

Digagas 6 Organisasi Pers

Baca Juga  :Pemerintah Siapkan Rp 31,1 Triliun Untuk Alihkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu Mulai Januari 2027

Aksi solidaritas ini digagas gabungan organisasi wartawan di Sumsel, yakni AMSI, PWI, AJI, SMSI, PFI dan FJPI Sumsel.

“Kami seluruh wartawan di Sumsel ikut mendoakan. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Cepat pulang kawan,” ucap perwakilan organisasi.

Beberapa tokoh pers Sumsel juga tampak hadir, di antaranya wartawan senior Okctaf Riady, Ketua SMSI Jon Heri, Ketua AMSI Anang Fitriansyah, Ketua FJPI Dwitri Kartini, dan Ketua AJI Resha.

Momen haru ini ditutup dengan pembacaan doa bersama dan pelepasan lilin sebagai simbol harapan agar para pencari berita yang hilang segera ditemukan.

No More Posts Available.

No more pages to load.