LIPOSONLINE.COM –Media sosial Kota Lubuk Linggau dihebohkan video yang memperlihatkan dugaan pelecehan anak laki-laki dilakukan seorang pria .
Peristiwa pelecehan anak itu disebut terjadi di kawasan Food Court Juara, Komplek Alun-alun Merdeka, Jalan Garuda, Kelurahan Pasar Pemiri, Kecamatan Lubuk Linggau Barat II.
Dalam rekaman yang beredar, tampak seorang pria lanjut usia melakukan tindakan tidak pantas kepada dua anak.
Aksi pelecehan anak tersebut kemudian digagalkan oleh warga yang merekam. Kemudian saat akan ditanya warga, Pria tersebut langsung meninggalkan lokasi.
Satpol PP: Akan Lakukan Penelusuran di Lokasi
Sekretaris Satpol PP Kota Lubuk Linggau Muhamad Syarifian mengatakan pihaknya baru menerima laporan terkait video viral pelecehan anak tersebut.
Baca Juga :Siswa SD di Lubuk Linggau Tenggelam di Sungai Kelingi, Ditemukan Setelah 5 Jam
“Kami baru dapat informasinya. Akan kami telusuri dulu ke lapangan,” ujar Syarifian, Sabtu 31 Agustus 2026.
Ia menyebut Food Court Juara memang sering dilaporkan memiliki aktivitas mencurigakan. Kendalanya, penerangan di area itu masih minim dan belum ada CCTV karena masih masuk tahap pembangunan kedua.
“Penerangan kurang sehingga pengawasan tidak maksimal. CCTV juga belum terpasang. Rencananya akan ada pembangunan tahap dua,” jelasnya.
Untuk ke depan, Satpol PP akan meningkatkan patroli dan menempatkan petugas jaga. Masyarakat juga diminta tidak beraktivitas di lokasi tersebut pada malam hari.
“Kami imbau warga jangan nongkrong di sana dulu, apalagi malam. Kami juga sudah minta Dinas PU mempercepat pemasangan lampu,” tegasnya.
Baca Juga :Neobank vs Digital Bank: What’s the Real Difference?
Polres Lubuk Linggau Cek Kebenaran VideoKanit PPA Satreskrim Polres Lubuk Linggau Ipda Dio Firmansyah menyatakan pihaknya akan menyelidiki kebenaran video yang beredar.
“Nanti akan kami cek dulu kebenaran videonya,” kata Ipda Dio singkat.
Hingga saat ini polisi masih menelusuri identitas terduga pelaku dan kronologi lengkap kejadian.
Catatan Redaksi: Demi perlindungan anak, identitas dan wajah korban tidak ditampilkan. Masyarakat diminta tidak menyebarluaskan video asli agar tidak menimbulkan trauma lanjutan.





