LIPOSONLINE.COM – Sebuah video yang memperlihatkan dugaan perundungan terhadap pelajar SMP di Kota Lubuk Linggau menjadi viral di media sosial.
Berdasarkan hasil penelusuran awal, insiden tersebut diduga dipicu persoalan asmara yang melibatkan dua siswa dan seorang siswi.
Satuan Intelijen dan Keamanan (Sat Intelkam) Polres Lubuk Linggau langsung melakukan penyelidikan guna mengetahui kronologi dan penyebab pasti kejadian.
Kasat Intelkam Polres Lubuk Linggau, Iptu Giartono, SM, mengatakan Kanit IV Sat Intelkam Ipda Adi Martadinata bersama personel Unit Intelkam Polsek Lubuk Linggau Barat telah mendatangi SMP Negeri 1 Lubuk Linggau untuk mengumpulkan informasi.
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, 19 Juni 2026, sekitar pukul 13.00 WIB di lorong yang berada di samping SDN 22 Kota Lubuk Linggau.
Menurut Iptu Giartono, dugaan perkelahian bermula dari persoalan hubungan asmara yang melibatkan kedua siswa dengan seorang siswi di sekolah tersebut.
Pihak sekolah berencana memfasilitasi mediasi antara para siswa yang terlibat bersama orang tua masing-masing. Mediasi dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 11 Juli 2026, sebagai upaya menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.
Sementara itu, pada Jumat, 10 Juli 2026, salah satu siswa yang terlibat belum dapat memenuhi panggilan sekolah karena sedang mengikuti kegiatan pembelajaran daring di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
Meski demikian, pihak kepolisian menyebut hubungan antarsiswa yang terlibat saat ini telah membaik. Namun, proses pemanggilan dan mediasi tetap akan dilakukan untuk memastikan persoalan benar-benar selesai.
Polres Lubuk Linggau juga mengimbau agar setiap konflik yang terjadi di lingkungan sekolah segera diselesaikan melalui mediasi dengan melibatkan pihak sekolah, orang tua, serta instansi terkait guna mencegah persoalan berkembang lebih luas.
Selain itu, kepolisian memastikan akan terus memantau perkembangan kasus tersebut demi menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif serta mencegah terulangnya kasus perundungan di lingkungan pendidikan.
Orang tua dan pihak sekolah juga diingatkan untuk meningkatkan pengawasan terhadap pergaulan anak, termasuk penggunaan media sosial yang berpotensi memicu kesalahpahaman maupun konflik di kalangan pelajar.





