Prabowo Lantik Komjen Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri Baru – Wakapolri Komjen Wahyu Hadiningrat, Listyo Sigit Jadi KSP

oleh -14 Dilihat
Presiden Prabowo lantik Komjen Suyudi Ario Seto jadi Kapolri baru dan Komjen Wahyu Hadiningrat jadi Wakapolri 1 Oktober 2026 usai uji kelayakan Komisi III DPR RI Listyo Sigit jadi KSP Dedi Prasetyo Kepala Badan Reforma Agraria Nasional doktrin Polri Bersama Masyarakat.

LIPOSONLINE.COM – Pucuk pimpinan Polri langsung berganti pasca Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Suyudi Ario Seto usai mengikuti uji kepatutan dan kelayakan di Komisi III DPR RI, Kamis, 1 Oktober 2026.
Presiden Prabowo Subianto langsung melantik Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menjadi Kapolri.

Dia dilantik di Istana Negara, Jakarta, Kamis bersama Komjen Wahyu Hadiningrat yang dipercaya menjadi Wakapolri pengganti Komjen Dedi Prasetyo.

Melalui pelantikan tersebut, Presiden Prabowo sekaligus menegaskan bahwa pimpinan Polri kini diisi oleh para pejabat baru.

Suyudi sebelumnya bertugas sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). Sementara Wahyu adalah Asisten Utama Bidang Perencanaan Umum dan Anggaran (Astamarena) Kapolri.

Baca Juga :Sakit Hati Ditertawakan Paman, Pria di Palembang Bakar Bantal Merambat ke 2 Rumah dan 3 Kios Sembako

Oleh Presiden Prabowo, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang sebelumnya memegang tongkat komando Polri kini mendapat kepercayaan sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP).

Sementara Komjen Dedi Prasetyo mendapat kepercayaan sebagai Kepala Badan Reforma Agraria Nasional.

Dalam fit and proper test di Komisi III DPR paginya, Suyudi menyampaikan bahwa dirinya membawa semangat Polri Bersama Masyarakat.

Hal itu ditekankan oleh Suyudi dalam fit and proper test di Komisi III DPR. Dia memastikan bahwa semangat itu bukan sekadar jargon.

Baca Juga :Massa Demo Kantor Bappeda Musi Rawas, Kaban Ichsanuddin Bersyukur Jika Dicopot

Melainkan kebijakan yang berorientasi kepada publik. “Polisi Bersama Masyarakat bukan sekedar jargon yang bukan pengganti grand strategi, renstra, promoter, presisi, atau polmas, dia adalah doktrin kepemimpinan yang menyatukan seluruh kebijakan kepada satu orientasi masyarakat,” kata Suyudi.

Secara tegas, Suyudi menyatakan bahwa dirinya tidak ingin jika setiap pergantian Kapolri selalu dimaknai sebagai memulai kembali dari nol.

Menurut Suyudi, institusi harus lebih besar dari pada figur pimpinannya. Karena itu, seluruh kebijakan sistem dan program terdahulu yang terbukti baik dan bermanfaat akan dia lanjutkan.
“Saya perkuat dan institusionalisasikan, yang belum optimal akan saya sempurnakan, yang tumpang tindih akan saya sederhanakan, dan yang menyimpang dari hukum etika serta kepentingan masyarakat akan saya koreksi dengan tegas,” ungkapnya.

Dari Promoter Suyudi berniat mempertahankan semangat profesionalisme, modernisasi pelayanan publik, quick wins, dan manajemen perubahan.
Dari Presisi, dia akan melanjutkan pendekatan prediktif, transparansi berkeadilan, digitalisasi pelayanan ETLE, Call Center 110, Dumas, serta restorative justice sesuai hukum.

No More Posts Available.

No more pages to load.