Polres Lubuk Linggau Gelar TFG, Matangkan Strategi Hadapi Aksi Unjuk Rasa

oleh
Simulasi pengamanan unjuk rasa
Polres Lubuk Linggau gelar Tactical Floor Game (TFG) pada 28 Juli 2026. Latihan ini untuk mematangkan strategi penanganan aksi unjuk rasa.

LIPOSONLINE.COM – Dalam rangka mengantisipasi potensi gangguan Kamtibmas dalam aksi unjuk rasa, Polres Lubuk Linggau melaksanakan latihan Tactical Floor Game atau TFG pada Selasa, 28 Juli 2026.

Latihan ini difokuskan untuk menguji kesiapsiagaan personel dalam menangani aksi unjuk rasa, mulai dari tahap awal hingga situasi darurat.

Kegiatan dipimpin langsung oleh Kapolres Lubuk Linggau AKBP Adithia Bagus Arjunadi. Turut hadir Wakapolres Kompol M. Syamsul Zachri, Kabagops Kompol Robi Sugara, serta seluruh pejabat utama, Kabag, Kasat, Kasi, dan para Kapolsek jajaran.

Simulasi Penanganan Massa Hingga Zona Merah

TFG dilaksanakan untuk menyamakan persepsi, menyusun strategi, serta menguji kesiapan personel di lapangan. Simulasi yang dijalankan menggambarkan skenario lengkap penanganan massa.

Baca Juga : How to Choose the Right Bank (Without Losing Your Mind)

Dimulai dari titik kumpul di depan Kantor DPRD, lalu eskalasi situasi, sampai pada kondisi kritis atau yang disebut zona merah.

Kabagops Kompol Robi Sugara bertindak sebagai pemateri. Ia menjelaskan alur penanganan secara bertahap. Mulai dari pendekatan humanis dan persuasif, pemantauan, pengamanan berlapis, hingga tindakan tegas jika terjadi kericuhan.

Setiap pejabat juga diberi ruang untuk menyampaikan strategi sesuai wilayahnya. Tujuannya agar semua unsur memiliki satu komando dan langkah yang sama saat turun ke lapangan.

Tekankan Proporsionalitas dan HAM

Dalam arahannya, Kapolres AKBP Adithia menekankan bahwa TFG bukan kegiatan seremonial. Ini adalah langkah penting agar pimpinan memahami tupoksi dan rantai komando saat situasi berubah cepat.

Baca Juga : Wawako Rustam Effendi Buka Pencanangan Zona Integritas Balai POM Lubuk Linggau

Polisi dituntut peka membaca situasi sejak awal. Sebab mengamankan unjuk rasa bukan hanya soal menurunkan kekuatan. Tapi ada unsur komunikasi, proporsionalitas, dan kemampuan meredam agar tidak terjadi eskalasi.

Ia juga mengingatkan, begitu masuk zona merah, keputusan harus diambil cepat, tepat, dan terkoordinasi. Hal itu penting untuk melindungi masyarakat, mengamankan fasilitas publik, sekaligus menjaga marwah Polri.

Selain teknik pengamanan, materi juga menyoroti pentingnya menjunjung tinggi HAM dan prinsip keadilan. Polri harus tetap melindungi hak warga menyampaikan pendapat, namun tetap menjaga ketertiban umum.

Dengan latihan ini, Polres Lubuk Linggau berharap personel lebih siap menyusun rencana operasi, cepat mengambil keputusan, dan solid dalam mencegah potensi gangguan kamtibmas secara profesional dan humanis.

No More Posts Available.

No more pages to load.