LIPOSONLINE.COM – Jembatan Perintis Garuda Merah Putih di Desa Campursari Kecamatan Megang Sakti Kabupaten Musi Rawas Sumatera Selatan mengalami kerusakan parah.
Struktur jembatan dilaporkan patah setelah dipaksa dilintasi kendaraan berat melebihi kapasitas.Insiden terjadi Kamis 24 September 2026 malam sekitar pukul 22.00 WIB.
Sebuah truk tronton mengangkut alat berat excavator PC200 dengan total bobot 36 ton nekat melintas.
Padahal jembatan perintis tersebut memiliki batas maksimal tonase jauh lebih kecil.
Menindaklanjuti kejadian, Komandan Kodim 0406/Lubuk Linggau Letkol Inf Danny Steven Surbakti turun langsung cek kondisi jembatan pada Jumat 25 September 2026.
Baca Juga :Endpoint Security Technology in Banking
Dalam peninjauan, Dandim juga memanggil dan bertemu langsung pemilik kendaraan penyebab kerusakan.
Dandim 0406/Lubuk Linggau Letkol Inf Danny Steven Surbakti menjelaskan, jembatan baru saja diserahterimakan dari Kodim ke Pemkab Musi Rawas pada 12 Agustus 2026 lalu.
Sejak itu jembatan digunakan warga termasuk pelajar dan kendaraan roda dua maupun roda empat.
“Semalam jembatan ini dilalui warga bernama Fauzi yang membawa tronton bermuatan Excavator PC200 dengan tonase 36 ton, sehingga struktur jembatan mengalami keretakan,” tegas Dandim kepada awak media, Jumat 25 September 2026.
Jembatan Perintis Garuda Merah Putih dibangun untuk menggantikan jembatan lama di sampingnya yang kondisinya sudah sangat memprihatinkan dan membahayakan.
Baca Juga :Modus Minta Rp500 Ribu di Jalintim Kayuagung, Pelaku Curas Ditangkap Polres OKI
Bahkan pernah ada sepeda motor yang lewat slip dan terjatuh di jembatan lama. Untuk itu Kodim berinisiasi melakukan pembangunan Jembatan Perintis Garuda Merah Putih ini agar aktivitas masyarakat lebih aman.
Akibat kerusakan, jembatan untuk sementara ditutup total dan tidak boleh dilintasi. Warga termasuk anak sekolah terpaksa kembali menggunakan jembatan lama yang sempit dan rusak.
Letkol Danny menegaskan pihaknya sudah memasang rambu pembatasan tonase di sekitar jembatan. Namun kelalaian pengemudi tetap terjadi.
“Imbauan sudah kami laksanakan, tanda larangan batas tonase sudah kami pasang. Tapi karena ada kelalaian dari salah satu warga,” jelasnya.
Ia menegaskan perbaikan segera dilakukan hari ini juga oleh Kodim 0406/Lubuk Linggau.
Baca Juga :Vulnerability Management Technology in Banking
“Hari ini juga kita upayakan untuk diperbaiki. Untuk sementara waktu jembatan kita tutup dan tidak diperbolehkan dilalui. Jika dilalui melebihi batas maksimum, jembatan ini tidak akan kuat,” ujarnya.
Dandim mengimbau masyarakat patuh aturan penggunaan fasilitas umum agar dapat digunakan jangka panjang.
Sementara itu, Fauzi warga SP2 pemilik tronton, mengakui kesalahannya. Ia mengaku melintas malam hari dengan tujuan menuju SP6 Desa Marga Puspita karena ingin memangkas jarak.
“Tujuan mau ke SP6. Karena malam dan lewat jembatan ini bisa memangkas jarak lebih cepat, jadi saya lewat sini,” kata Fauzi.
Ia pun menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga besar Kodim dan masyarakat Musi Rawas.







