LIPOSONLINE.COM – Harga GPU workstation Nvidia RTX Pro 6000 Blackwell melambung tajam. Per Agustus 2026 kartu grafis kelas profesional ini dijual hingga 16.000 dollar AS atau setara Rp288 juta.
Angka tersebut naik lebih dari 2 kali lipat dibanding harga awal peluncuran di awal 2025.
Saat pertama kali dibuka pre-order awal 2025, RTX Pro 6000 Blackwell dibanderol 7.600 dollar AS atau sekitar Rp136,8 juta. Harga kemudian naik bertahap.
Februari 2025 tembus 8.500 dollar AS atau Rp153 juta. Juni 2026 melonjak ke 13.000 dollar AS atau Rp234 juta. Kini, Agustus 2026, harganya sudah menyentuh 16.000 dollar AS atau Rp288 juta.
Baca Juga :Pria 42 Tahun di Rahma Lubuk Linggau Akhiri Hidup Dengan Kabel di Dapur Rumah
Kenaikan total mencapai 110% sejak rilis, menurut laporan TechSpot yang dikutip KompasTekno.
RTX Pro 6000 bukan GPU untuk gaming. GPU workstation ini dirancang untuk komputasi berat dengan VRAM 96GB.
Sasaran utamanya adalah rendering 3D, efek visual, simulasi teknik, hingga pelatihan model AI skala kecil hingga menengah.
Kartu Grafis Gaming RTX 5090 dan Seri Lain Ikut Naik
Krisis harga tidak hanya melanda GPU workstation. Jajaran GPU gaming Nvidia juga terdampak.
RTX 5090 yang saat rilis dijual 1.999 dollar AS atau Rp36 juta, kini rata-rata di pasar AS mencapai 4.700 dollar AS atau Rp84 juta.
Baca Juga :Tragis! Pria di Muara Lakitan Musi Rawas Tewas Ditikam Menunggu Istri di Parkiran Motor
Kenaikannya hampir 2,4 kali lipat atau sekitar 150%.GPU kelas menengah juga ikut terkerek. RTX 5080 dari 999 dollar AS naik 15-20%.
RTX 5070 Ti dari 749 dollar AS dan RTX 5060 Ti 16GB dari 429 dollar AS juga mengalami kenaikan.
Dari kubu AMD, RX 9070 XT yang awalnya 599 dollar AS sudah dua kali naik, totalnya sekitar 10-15% sejak peluncuran.
Penyebab: Persaingan Chip Memori untuk Pusat Data AI
Faktor utama kenaikan harga GPU sama dengan krisis RAM sebelumnya, yaitu perebutan pasokan chip memori untuk kebutuhan pusat data AI. Komponen memori menyumbang lebih dari 80% biaya produksi GPU kelas atas.
Baca Juga :Polda Sumsel Kerahkan Dit Samapta Padamkan Karhutla di PT PAR OKI Lewat Operasi Aman Nusa II
Lonjakan harga chip DRAM dan GDDR7 membuat harga jual GPU ikut terdorong naik.Lembaga riset IDC memproyeksikan pusat data AI akan menyerap sekitar 70% produksi memori global pada 2026.
Kenaikan ini terjadi bertahap. ASUS mengonfirmasi penyesuaian harga pada 5 Januari 2026. Nvidia menaikkan harga seluruh lini RTX seri 50 pada Februari 2026.
Bahkan pada 13 Mei 2026, Nvidia menginformasikan kenaikan RTX 5090 sebesar 300 dollar AS ke mitra produksi.
Peneliti komputer Daniel Lemire menyebut fenomena ini langka. Menurutnya, tren kenaikan ekstrem ini memutus pola penurunan harga komponen memori yang sudah berlangsung puluhan tahun.






