Spanyol dan Islandia Jadi Titik Terbaik
Gerhana 12 Agustus 2026 menarik karena melewati wilayah utara. Greenland dan Islandia jadi lokasi strategis.
Jalur totalitas lalu berakhir di Spanyol menjelang Matahari terbenam.
Durasi totalitas berbeda di tiap titik. Semakin dekat ke garis tengah jalur, pengamatan akan semakin optimal.
Baca Juga :Tukang Ojek di Lubuk Linggau Dibegal, Modus Tanya Razia, Motor Honda Beat Dibawa Kabur
Cuaca juga menentukan. Jika berawan, Matahari bisa tertutup awan meski berada di jalur totalitas.
Nonton Gerhana Bisa Lewat Live Streaming
Meski tidak bisa dilihat langsung, masyarakat Indonesia tetap bisa menyaksikannya secara daring.
NASA dan sejumlah observatorium akan menayangkan siaran langsung dari negara yang dilintasi gerhana.
Masyarakat bisa mengikuti lewat kanal resmi lembaga astronomi tersebut.
Jangan Lihat Matahari Pakai Mata Telanjang
BMKG mengingatkan agar tidak mengamati gerhana dengan mata kosong. Kacamata hitam biasa tidak aman.
Baca Juga :2 Begal Anggota Polisi Saat Ngojek di Palembang Ditangkap
Gunakan kacamata khusus gerhana yang sudah teruji. Untuk kamera, teleskop, atau teropong wajib pakai filter Matahari agar aman dari radiasi.
Ada Gerhana Besar Lagi di 2027
Setelah 2026, GMT berikutnya terjadi 2 Agustus 2027. Jalurnya melewati Eropa Selatan, Afrika Utara, dan Timur Tengah dengan durasi totalitas lebih dari 6 menit. Sayangnya jalur itu juga tidak melewati Indonesia.
Terakhir kali Indonesia menyaksikan GMT adalah 20 April 2023 saat Gerhana Matahari Hibrida melintas di Indonesia bagian timur.







