LIPOSONLINE.COM – Warga Desa Lesung Batu Muda, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Musi Rawas Utara dikejutkan kemunculan seekor beruang liar. Hewan buas itu menyerang dua orang petani di area Sungai Punti pada Sabtu, 1 Juli 2026 sekitar pukul 07.30 WIB.
Kapolsek Rawas Ulu Iptu Hari Suharto saat dikonfirmasi wartawan membenarkan adanya kejadian 2 warga diserang beruang tersebut. Ia mengatakan, kedua korban diserang saat tengah bekerja di kebun karet milik warga.
Beruang Muncul Tiba-tiba Saat Menyadap
Korban pertama diketahui bernama Runza, 42 tahun. Saat kejadian ia sedang menyadap karet bersama istrinya, Maisari.
Baca Juga :What Is Compound Interest? Learn How Money Grows
Korban tiba-tiba diserang beruang yang muncul dari semak. Akibat kejadian itu korban mengalami luka pada bagian tangan kanan dan lengan kiri.
Beruntung Runza sempat melakukan perlawanan. Dengan menggunakan pahat sadap, ia memukul beruang hingga hewan itu ketakutan dan lari menjauh.
Beruang tersebut kemudian menuju kebun warga lain yang jaraknya sekitar 300 meter dari lokasi awal.
Korban Kedua Alami Patah Tulang
Di kebun tersebut, beruang kembali menyerang. Kali ini sasarannya adalah Ibrahim, 60 tahun.
Baca Juga : 170 Personel Polda Sumsel Terima Penghargaan Atas Prestasi dan Pengungkapan Kasus
“Korban kedua diserang secara mendadak. Tangan kanannya mengalami luka sobek dan tulang remuk. Usai menyerang, beruang langsung kabur ke arah hutan,” jelas Kapolsek.
Usai kejadian, kedua korban langsung dievakuasi warga dan mendapat penanganan medis di puskesmas terdekat. Kondisi keduanya kini sudah stabil dan masih dalam perawatan.
Polisi Imbau Warga Waspada ke Kebun
Menanggapi peristiwa ini, Iptu Hari Suharto mengimbau warga Rawas Ulu agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di kebun atau hutan.
Upayakan tidak pergi sendirian dan membawa alat pelindung diri dan jika melihat beruang segera laporkan ke Polsek atau BKSDA.
Baca Juga :Antisipasi Karhutla, Polda Sumsel Gencarkan Patroli dan Penegakan Hukum
Hingga saat ini, pihak kepolisian bersama warga masih melakukan pemantauan di sekitar lokasi.
Koordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam atau BKSDA Sumsel juga terus dilakukan untuk penangan lanjutan dan upaya menghalau beruang agar tidak kembali ke permukiman.
Insiden ini jadi pengingat agar warga di wilayah berbatasan dengan hutan meningkatkan kewaspadaan.
Musi Rawas Utara dikenal sebagai habitat satwa, sehingga pembukaan lahan secara sembarangan berpotensi mengusir hewan ke permukiman.






