LIPOSONLINE.COM – Karhutla di Sumsel kembali meningkat dan mulai mengancam permukiman warga. Bukan hanya hutan dan lahan yang terbakar, asap pekat juga mengganggu aktivitas masyarakat dan pengguna jalan.
Salah satu kejadian Karhutla di Sumsel terjadi di Desa Arisan Jaya, Kecamatan Pemulutan Barat, Kabupaten Ogan Ilir, Sabtu 8 Agustus 2026 sore.
Api terlihat mendekati rumah warga mengepung perkampungan dan membuat warga panik bersiap mengungsi. Hingga kini penyebab kebakaran belum diketahui.
Kepulan asap yang bersumber dari titik kebakaran turut membumbung hingga ke Jalintim Palembang-Indralaya, sehingga mulai membatasi jarak pandang para pengguna jalan.
Upaya Pemadaman Terus Dilakukan
Kepala Balai Dalkarhut Sumatera Ferdian Krisnanto mengatakan, tim terus diterjunkan ke titik api Karhutla di Sumsel.
Untuk Ogan Ilir dan Kota Palembang, pihaknhya menempatkan 2 regu di posko balai dari Tebo dan Lahat, 2 regu di pondok kerja Ogan Ilir, serta 1 tim di posko Seksi Talang Jambe.
Baca Juga :Teknologi Drone Dikerahkan Polres Ogan Ilir Awasi Lahan Gambut Rawan Karhutla
Tim Manggala Agni masih menangani sejumlah titik di Desa Arisan Jaya. Dua hari sebelumnya, pemadaman juga dilakukan di Desa Sukarami, Kecamatan Pemulutan dengan luas terbakar sekitar 2 hektar vegetasi belukar di lahan rawa.
Pada sore hingga malam harinya, kebakaran terjadi lagi di Desa Ibul Besar III, Kecamatan Pemulutan.
Operasi pemadaman memakan waktu dari pukul 16.44 WIB hingga 20.45 WIB, menghanguskan sekitar 15 hektar lahan mineral yang ditumbuhi gelam, akasia, gegas, dan purun. Titik api lain juga terpantau di Desa Sungai Rambutan dan Palemraya.
3 Hektar Terbakar Dekat Pemukiman
Di Kelurahan Serasan Jaya, Kecamatan Sekayu, Muba, sedikitnya 3 hektar semak belukar terbakar di dua lokasi. Lokasinya tidak jauh dari rumah warga dan fasilitas umum.
Baca Juga :KPK Sita Rp4 Miliar dari Penggeledahan Kasus Suap Proyek di Rejang Lebong
Laporan BPBD Muba menyebut kebakaran pertama terjadi Sabtu 8 Agustus pukul 16.45 WIB di belakang Gardu Induk PLN, Jalan Raya Muara Teladan.
Karena dekat permukiman dan instalasi listrik, tim gabungan langsung bergerak.
“Kami prioritaskan agar api tidak merambat ke rumah warga dan objek vital,” kata Kepala BPBD Muba Marko Susanto, dikutip dari sumateraekspres,id, Minggu, 9 Agustus 2026.
Saat pemadaman di titik pertama hampir selesai, muncul laporan titik kedua di pinggir Jalan Kolonel H Nazom Nurhawi dekat Masjid 1000 Dinar.
Baca Juga :Tim E-Sport Polda Sumsel Berlaga di Kapolri Cup 2026, Kapolda Beri Motivasi
Luas terbakar di lokasi pertama sekitar 2 hektar, lokasi kedua 1 hektar. Penyebabnya masih diselidiki.
Data BPBD mencatat Juli 2026 ada 130 titik hotspot. Awal Agustus sudah 35 titik. Ada 71 desa/kelurahan di 15 kecamatan yang masuk kategori rawan – sangat rawan karhutla. 30 desa berstatus sangat rawan.
Tertinggi di Kecamatan Bayung Lencir dengan 9 desa, seperti Kali Berau, Senawar Jaya, dan Wonorejo.Pagaralam, OKI, Muara Enim Ikut Terbakar





