2 Hari Hilang, Petani di OKU Selatan Ditemukan Tewas Dalam Hutan

oleh
Penemuan Jenazah Petani
Polres OKU Selatan bergerak cepat tangani laporan penemuan jenazah petani inisial S (65) di kebun Desa Sukarena, Tiga Dihaji.

LIPOSONLINE.COM – Seorang petani di OKU Selatan inisial S (65) ditemukan  tewas di area perkebunan Desa Sukarena, Kecamatan Tiga Dihaji, Kabupaten OKU Selatan.

Berdasarkan pemeriksaan luar oleh tim medis dari Puskesmas Peninggaran, tidak ditemukan luka atau tanda-tanda kekerasan di tubuh petani tersebut. Tidak ada indikasi unsur pidana dalam kematian korban.

Dari hasil penyelidikan awal dan keterangan saksi, diduga korban meninggal karena gantung diri.

Baca Juga : Polda Sumsel Buka Diklat Bintara SPKT 2026, Cetak Polisi Humanis dan Profesional

Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah. Melalui surat pernyataan resmi yang disaksikan Kepala Desa Sukarena, keluarga menolak untuk dilakukan autopsi maupun visum et repertum. Proses selanjutnya pun dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.

Kapolres: Laporan Masyarakat Jadi Prioritas

Kapolres OKU Selatan AKBP I Made Redi Hartana, menegaskan, setiap laporan dari masyarakat akan langsung ditindaklanjuti.

Begitu menerima laporan kejadian, pihaknya segera mendatangi lokasi mengamankan TKP sesuai SOP. Selanjutnya berkoordinasi dengan pihak medis dan pemerintah desa.

”Kami berkomitmen hadir cepat, profesional, dan humanis dalam setiap penanganan,” tegas Kapolres, Senin 20 Juli 2026.

Baca Juga : Suhada Calon Direktur PDAM Tirta Bukit Sulap Terpilih

Ia juga mengimbau warga agar memanfaatkan Call Center 110 jika ada kejadian darurat atau tindak pidana.
Layanan 110 gratis dan aktif 24 jam. Semakin cepat informasi diterima, semakin cepat juga personel kepolisian turun ke lapangan.

Polda Sumsel Dorong Pelayanan Presisi

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. menyebut kecepatan respons adalah bagian dari implementasi Polri Presisi.

”Respons cepat harus terus ditingkatkan. Kami ajak masyarakat segera melapor lewat 110 agar bisa segera ditangani. Sinergi warga dan polisi kunci menjaga kamtibmas,” jelas Nandang.

Baca Juga : Ahmad Sahroni Tegur Hotman Paris: Jangan Bawa-bawa Nama Prabowo di Kasus Febrie Ardiansyah

Polda Sumsel mengapresiasi warga dan pemerintah desa yang sigap melapor. Polisi juga meminta masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum jelas dan menghormati privasi keluarga korban.

Polda Sumsel berkomitmen menangani setiap laporan secara profesional, transparan, dan sesuai hukum, demi menciptakan situasi yang aman dan kondusif di wilayah Sumsel.

No More Posts Available.

No more pages to load.