LIPOSONLINE.COM – Penanganan kebakaran lahan di Ogan Ilir Sumatera Selatan (Sumsel) kembali dilakukan secara serius.
Tim gabungan Polres Ogan Ilir bersama instansi terkait diterjunkan ke Desa Pemulutan Ilir, Kecamatan Pemulutan untuk melakukan pemadaman dan mitigasi.
Operasi gabungan melibatkan personel BKO Polda Sumsel, Polsek Pemulutan, TNI, Manggala Agni, BPBD Ogan Ilir, dan masyarakat setempat.
Mereka langsung bergerak setelah adanya laporan kemunculan titik api di kawasan tersebut.
17 Hektare Terbakar, 6 Hektare Berhasil Dipadamkan
Baca Juga :How AI and Automation Work Together in Banks
Berdasarkan pantauan di lapangan, luas lahan yang dilalap api diperkirakan 17 hektare.
Dari total luasan itu, petugas berhasil menjinakkan api di area sekitar 6 hektare.
Upaya pemadaman berlangsung hingga sore. Medan yang sulit dan minimnya sumber air menjadi kendala utama. Terlebih titik api berada di bagian tengah lahan sehingga mempersulit jangkauan petugas.
Meski begitu, semangat personel tidak surut. Tim mengerahkan mesin pompa air Polsek Pemulutan, satu unit mobil rantis Polda Sumsel, serta pompa Manggala Agni untuk menjangkau titik api.
Baca Juga :SNG Merdeka Cup 2026 Resmi Digelar Hingga September, Puluhan Tim Bersaing Berebut Juara
Sinergi semua unsur akhirnya membuahkan hasil. Pukul 18.00 WIB api dinyatakan padam total dan situasi di lokasi sudah aman.
Didatangi Dirjen Gakkum KLHK
Dalam proses pemadaman, tim juga menerima kunjungan Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Kehutanan Dr. Dwi Januanto Nugroho, S.Hut., M.B.A. Ia datang langsung untuk meninjau penanganan Karhutla di lapangan.
Kapolsek Pemulutan AKP Nugrah Angga Oktari, S.H. mengatakan keberhasilan padamkan kebakaran lahan tersebut tidak lepas dari kerja sama lintas sektor.
Baca Juga :Pastikan Kesiapan Personel, Kaopsda Aman Nusa II 2026 Polda Sumsel Tinjau 3 Pos Pantau di Ogan Ilir
“Kondisinya memang sulit karena jauh dari sumber air dan api berada di tengah lahan. Tapi dengan kerja sama personel dan dukungan alat, akhirnya api bisa dipadamkan sepenuhnya,” kata AKP Nugrah Angga.
Ia menegaskan, pihaknya bersama instansi terkait akan terus melakukan pemantauan di wilayah rawan Karhutla agar tidak muncul titik api baru.
“Menangani Karhutla bukan hanya soal memadamkan. Yang lebih penting adalah mencegah agar kebakaran tidak meluas dan tidak berdampak ke masyarakat serta lingkungan,” tambahnya.
Imbauan Cegah Pembakaran Lahan
Baca Juga :Gerebek Rumah di Pendopo Barat, Polisi Amankan Sabu dan Ekstasi 4,58 GramI
Polres Ogan Ilir mengajak masyarakat tidak membuka lahan dengan cara dibakar.
Warga diminta segera melapor jika melihat titik api atau aktivitas yang berpotensi memicu Karhutla.
Sinergi Polri, TNI, Manggala Agni, BPBD, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan, apalagi di tengah cuaca panas dan kondisi lahan yang kering.
Polres Ogan Ilir memastikan akan terus hadir menjaga lingkungan, mencegah meluasnya Karhutla, dan menjadikan keselamatan warga sebagai prioritas.






